60 Menit Waktu Untuk Berjuang di LKT Nasional

Jumat, 21 Oktober 2011 | Oleh
Share :
Setelah melalui seleksi LKT Regional, akhirnya ke-12 peserta dari regional Jakarta. Bandung, Semarang dan Surabaya kembali harus membuktikan dirinya di final LKT Nasional di Jakarta, Kamis (20/10). Mereka akan berdiri dihadapan tiga dewan juri nasional, teman-teman sesama finalis, dan juga para tamu undangan dimana termasuk beberapa juri regional yang telah menguji mereka sebelumnya. Para peserta diberi kesempatan dua puluh menit untuk presentasi, dua puluh menit untuk menjawab pertanyaan dewan juri dan dua puluh menit untuk menjawab pertanyaan dari peserta lain dan para tamu undangan yang hadir. Jadi sudah jelas ini akan menjadi pertarungan yang panjang bagi setiap peserta. Doddy Aryanto, peserta dari IPB menjadi orang pertama yang merasakan atmosfer di LKT nasional. Dengan judul LKT "Potensi Pemanfaatan Minyak Sawit Merah sebagai Sumber Provitamin A dan Pengembangannya untuk Mengatasi Defisiensi Vitamin A di Indonesia", Doddy jelas ingin membantu masyarakat Indonesia menjadi lebih sehat dengan memanfaatkan Minyak Sawit Merah. Ia juga beranggapan bahwa minyak sawit merah, lebih sehat dan efisien dari pada golden oil atau minyak sawit emas yang saat ini dipasarkan. Kesempatan kedua, lagi-lagi diraih oleh peserta dari IPB ,yaitu Ahmadun. Masih berhubungan soal pangan, Ahmadun mengangkat soal alternatif pangan darurat nasional dalam LKT-nya yang berjudul "Potensi produk ImunoRice Pouch Ready to Eat (IPRE) Berbasis Beras Cokelat Pratanak, Jagung dan Kacang-kacangan sebagai Pangan Darurat Fungsional". Jika biasanya pangan darurat saat bencana adalah mie instan, maka Ahmadun mempunyai ide suatu pangan darurat yang memiliki nilai gizi dan kalori lebih tinggi dari mie istant, yaitu dengan menggabungkan beras cokelat, jagung dan kacang-kacangan. Jika hal ini bisa terealisasi, maka bukan tidak mungkin jika negeri yang rawan bencana seperti Indonesia akan mampu untuk menyehatkan para korban dan pengungsi dengan pangan darurat hasil gagasan dari Ahmadun.[jo/redaksi]
Share :