Ada Stand Up Comedy dadakan di LD Batch 8

Rabu, 20 Juni 2012 | Oleh
Share :
Faisal Abdul Musin, Beswan Djarum asal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menghadirkan aksi stand up comedy sebagai hiburan penutup di hari pertama Leadership Development (LD) batch kedelapan, Rabu (6/5). Hal yang membedakan hiburan tersebut lebih spesial adalah ketika ia secara spontan dipanggil oleh MC untuk beraksi ala komika handal (istilah untuk pelaku stand up comedy -red) tanpa ia tahu sebelumnya. Bedul, begitu ia akrab disapa, datang bukan sebagai peserta LD batch kedelapan, sebab ia sudah terlebih dahulu mengikuti LD di batch kedua. Tujuan dari kedatangannya malam itu adalah untuk mendengarkan presentasi blog dan writing competition. Ia mengaku tertarik dan memiliki niat yang besar untuk mengikuti blog dan writing competition. "Aku bela-belain datang biar lebih ngerti soal tata cara serta sistematika blog dan writing competition," ujarnya. Beswan Djarum angkatan 27 tersebut memang diketahui oleh rekan Beswan Djarum sekoleganya sebagai pribadi yang kocak serta sering mengikuti berbagai kompetisi stand up comedy. Pria kelahiran Juli 1991 tersebut dengan sigap dan beraksi selayaknya komika profesional untuk memberikan hiburan yang smart dan kritis bagi peserta LD batch 8 sebelum mereka beristirahat. Bedul melakukan stand up comedy selama kurang lebih 10 menit. Ia memulai materi komika lewat guyonan asal mula celana cutbray. Ia mengakui materi itu datang dengan sendirinya ketika ia menyadari ia sedang memakai celana yang cutbray. "Kalian tahu 'gak celana cutbray yang saya pakai ini asalnya dari mana? Jelas dari Aceh, karena dia dibuat oleh Cut spasi Bray," ujarnya dengan ala seorang komika. "Kalau di Jakarta celana ini disebut Cut Bro, sedangkan untuk kalangan tertentu biasa disebut Cut Boooo," lanjutnya. Spontan para peserta pun tertawa seakan lawakan bedul menjadi obat penghilang kantuk mereka. Stand up comedy, menurut Bedul adalah bukan menceritakan hal-hal yang lucu, namun lebih kepada kritik dalam berbagai bidang seperti sosial, agama, dan politik lalu disampaikan dengan humoris oleh sang komika. "Sebenarnya diri kita sendiri yang membuat sebuah kalimat itu lucu, bahkan dalam dunia stand up comedy ada tiga teori untuk menyampaikan ide kita yaitu inner self, outter self, dan world within," pungkas Bedul. (Irwan/Redaksi)
Share :