Ada pemandangan menarik sesaat sebelum Malam Dharma Puruhita digelar. Beswan Djarum menunjukkan aksi narsisnya di arena Loudspot. Dengan kostum panggung yang sudah dipakai, mereka beraksi di depan kamera dengan menebar senyuman. Beswan Djarum sepertinya tidak mau melewatkan momen yang paling berkesan sebelum mereka kembali ke kota masing-masing.
Seperti yang diungkapkan Muhammad Ghalih, Beswan Djarum dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Menurut mahasiswa yang hobi menulis blog ini, momen ini menjadi akhir dari kebersamaan mereka selama beberapa hari terakhir. Karenanya, aksi narsis dengan bergaya di arena karpet merah menjadi keseruan yang akan selalu dikenang. "Kita bakal kembali ke kota masing-masing dan mungkin tidak bisa berkumpul lagi dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Makanya, ajang narsis di depan kamera menjadi momen yang mungkin bisa dikenang," ungkap mahasiswa Ilmu Komunikasi ini.
Berbeda dengan Ghalih, Ria Maria Nurhayati justru merasa sedikit sedih ketika bergaya di depan kamera bersama teman-temannya. Beswan Djarum dari Universitas Pendidikan Indonesia ini bercerita kalau momen berkumpul bersama teman-teman Beswan Djarum benar-benar dimanfaatkan dengan baik. "Mulai dari kita tidak bisa apa-apa sampai punya kemampuan menari dan bernyanyi kita lewati bersama. Sekarang kami harus kembali ke kota masing-masing dan itu yang membuat saya sedih meskipun ada juga gembiranya karena ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan," papar dara yang tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Akutansi ini.
Beswan Djarum terlihat sangat menikmati momen narsis bergaya di depan Loudspot maupun dari kamera handphone masing-masing. Sehabis makan malam, mereka menyempatkan waktu untuk mengabadikan kebersamaan yang sudah terjalin erat di ajang Nation Building yang tahun ini mengambil tema "Mutiara Timur Indonesia ".