Dominasi judul peserta 10 besar Lomba Karya Tulis (LKT) Beswan Djarum Regional Jakarta mendekat pada tema tentang pangan. Seperti halnya peserta yang terpilih undian di nomor tiga dan empat. Mereka sama-sama menekankan pada produk pangan yang memiliki khasiat dan manfaat bagi masyarakat. Hanya saja wujud dan manfaatnya berbeda.
Ahmadun, mahasiswa IPB menggarisbawahi latar pemikirannya bahwa beras cokelat pratanak mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi produk ImunoRice Pouch Ready to Eat (IPRE). Menurutnya, ini merupakan wujud aplikasi ilmu dari mahasiswa Teknologi Pangan yang dapat membantu menanggulangi bencana di Indonesia. Didasarkan pada Indonesia merupakan negara rawan bencana, dan keberadaan produk IPRE diyakini Ahmadun sebagai solusi pangan darurat saat terjadi bencana. Dan basis beras cokelat dipilih karena masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan bahan makanan yang merupakan menu pokok sehari-hari.
Jika Ahmadun mengangkat IPRE sebagai karya tulisnya, lain hal dengan Khairul Fikri yang justru berbasis pada ekstrak pasak bumi sebagai bahan baku produk dalam paper-nya. Khairul Fikri lebih terkonsentrasi pada fungsi alamiah obat dalam panganan yang hendak dibuatnya dalam karya tulis. Hanya saja berwujud permen.
"Saya miris dengan banyaknya korban malaria mencapai dua juta jiwa pertahunnya dan justru dominasi terbesar berasal dari kalangan anak-anak. Kemudian saya merasa tertarik untuk mencari tahu obat-obatan yang tepat untuk penyakit malaria", ujar Khairul Fikri.
Berpedoman pada banyaknya sumber tanaman atau herbal di bumi Indonesia yang dapat dijadikan obat, dan salah satunya adalah ekstrak pasak bumi. Air rebusan ekstrak pasak bumi memiliki khasiat dalam membantu menyembuhkan penyakit malaria namun rasa pahit yang timbul merupakan sumber masalah. Menariknya, dari rasa pahit yang dihasilkan itulah menuntut saya untuk mencoba mengolahnya kedalam cara lain melalui paper ini.
Alhasil, agar jumlah korban anak-anak tidak semakin bertambah, Khairul Fikri berkeinginan untuk mengolah ekstrak pasak bumi menjadi produk permen dengan rasa manis yang disukai anak-anak. Sehingga harapannya, permen obat ini mampu membantu pemerintah dalam upaya menekan bertambahnya jumlah korban malaria yang menyerang anak-anak.[Nus/Redaksi]