Antara Keju Nabati dan Permainan Monopoli

Jumat, 21 Oktober 2011 | Oleh
Share :

Condarto Satria Gondokusumo, mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor maju sebagai peserta kesembilan yang melakukan presentasi sekaligus yang terakhir di hari pertama seleksi LKT Nasional Beswan Djarum 2011. Dengan judul LKT Keju Nabati Berbahan Dasar Susu Kedelai untuk Meningkatkan Kecukupan Gizi Masyarakat Indonesia, pria yang biasa dipanggil Concon ini ingin mengganti keju yang biasanya hewani terbuat dari susu sapi menjadi keju nabati. Memang bahan pembuatan keju nabati ini tergolong lebih murah dibanding dengan keju hewani. Namun, persoalannya keju bukan merupakan bagian dari budaya Indonesia. Artinya, tidak semua warga Indonesia suka makan keju. Ini menjadi tantangan tersendiri buat Concon untuk membuat keju yang murah dan terjangkau serta memasyaratkan keju nabati sebagai makanan yang sehat dan bergizi.

Lanjut dihari kedua, Jumat (21/10) pagi Bin Haryati atau yang akrab dipanggil Nana menjadi peserta pertama yang tampil mempresentasikan karyanya dihadapan dewan juri dan tamu undangan lainnya. Dengan judul LKT Menghidupkan Wawasan Kebangsaan Anak Indonesia Melalui Permainan Edukasi Monopoli Cinta Indonesia. Nana yang berasal dari jurusan statistika, Institut Teknologi 10 November, Surabaya ternyata mempunyai perhatian khusus terhadap sejarah dan warisan budaya Indonesia. Monopoli Cinta Indonesia merupakan permainan monopoli yang dimodifikasi menggunakan peta Indonesia dan menampilkan kota-kota di Indonesia. Selain itu dalam setiap permainan akan menampilkan dan memberitahu informasi mengenai sejarah dan budaya Indonesia. Bahkan mata uang yang biasa dimainkan dalam permainan monopoli pun menggunakan mata uang Indonesia. Ini memiliki keunggulan karena masih orisinal dan memungkinkan untuk segera diterapkan atau diproduksi massal.[jo/redaksi]

 

Share :