Antara Persiapan dan Perjuangan

Senin, 3 Juni 2013 | Oleh
Share :

Sekitar 700 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi di Surabaya memadati salah satu hall di JX International Expo (7/6). Mereka akan berjuang untuk lolos ke tahap selanjutnya dari Seleksi Beswan Djarum 2013.

Antusiasme terlihat dari para peserta yang datang lebih pagi dari jadwal. Mereka terus mempersiapkan diri dengan materi yang sekiranya akan menjadi soal di tes tertulis. Ada alasan mengapa para peserta terus belajar. Dari 700 peserta akan disaring menjadi 87 orang yang lolos ke tahap selanjutnya, yakni tahap interview. “Mendengar jumlah peserta yang bisa lolos ke tahap selanjutnya cukup bikin nggak percaya diri. Apalagi soal yang diberikan ternyata cukup sulit,” ujar Eka Eryanti, mahasiswi jurusan Teknik Kimia dari UPN Veteran Surabaya. Meski bertajuk tes seleksi, ada kejutan yang menanti para peserta. Para peserta akan diajak bernyanyi bersama Ari Lasso. Kehadiran Ari Lasso mampu mencairkan suasana tegang dan penat setelah mengikuti tes tertulis. Setelah mendapat hiburan dari Ari Lasso, para peserta kembali menghadapi pengumuman, siapa saja yang lolos ke tahap wawancara. Tawa dan senang bagi yang lolos, rasa sedih bagi yang tak terpilih.

“Bangga bisa lolos. Apalagi soalnya cukup sulit,” ujar Sabrowi, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dari IAIN Sunan Ampel. Lain lagi cerita Dewi Ariani, mahasiswi jurusan Manajemen dari Universitas Airlangga ini merasa kecewa karena tidak lolos. Ia merasa dirinya kurang persiapan di bagian Tes Potensial Akademik. “Saya kecewa tapi iklas. Lagipula saya sudah terhibur oleh penampilan Ari Lasso,” imbuh Dewi. Tahap wawancara untuk peserta tes Universitas Airlangga diselenggarakan esok harinya. Salah satu peserta Seleksi Beswan Djarum jurusan Akutansi, Astri Simanjuntak sempat mengalami hal tak menyenangkan sebelum mengikuti tahap wawancara. Ia basah kuyup akibat hujan besar yang turun sepanjang pagi di Surabaya. Dengan segala persiapan, Astri nekat menerobos hujan menuju lokasi tes di kampus Universitas Airlangga. Hasilnya bisa ditebak, Astri sampai di lokasi dengan kondisi basah kuyup. Meski demikian, ternyata hal ini justru membuatnya semakin bertekad untuk lolos. “Sudah kehujanan begini harus berjuang lebih keras agar diterima jadi Beswan Djarum. Yang jelas saya tak patah arang akibat kehujanan,” ujar Astri. Ia punya persiapan khusus untuk menghadapi tahap interview. Persiapan tersebut adalah menenangkan diri agar bisa menjawab semua pertanyaan dengan tenang. “Apalagi habis kehujanan seperti ini. Menenangkan diri itu perlu banget,” kata Astri. Alasan ia bersemangat untuk lolos menjadi Beswan Djarum adalah berbagai pelatihan yang bisa didapat selama mengikuti program. Soft skill yang diberikan kepada Beswan Djarum dirasa sangat berguna dalam kehidupan nyata. “Doakan saya semoga lolos ya,” imbuhnya.

Share :