Antara Petani dan Pelaut

Jumat, 21 Oktober 2011 | Oleh
Share :

Penyelenggaraan final LKT Beswan Djarum 2011 di hari pertama tampil sembilan peserta hingga pukul 18.45 WIB. Finalis terakhir yakni Contardo Satria Gondokusumo, sebelumnya ada dua nama finalis tampil lebih dulu diurutan ketujuh dan kedelapan Aghinia Fasza Destiffany Nuh dan Dian Fitria Agus Aristiyono. Aghinia yang akran disapa Tides ini tampil cukup percaya diri dengan topik karya tulisnya bertumpu pada pemanfaatan limbah rumah tanggaa untuk membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) yang ditujukan untuk pertanian organik. Menurut Aghinia, MOL memiliki potensi besar dalam kesejahteraan rakyat menyangkut aspek sosial, lingkungan, dan kesehatan. Selanjutnya, pemberdayaan sampah organik untuk pembuatan MOL merupakan proyek ramah lingkungan dan efisien ditinjau dari segi biaya produksi dan hasil yang diperolehnya. Cara yang sudah ditempuh guna mempromosikan program ini melalui penyuluhan kepada petani mengenai aplikasi MOL pada pupuk organik padat, pupuk organik cair, dan pestisida nabati yang jelas lebih aman. Ide Aghinia inipun juga mendapat respon baik dari Prof. Soefjan Tsauri, M.Sc,  Ketua Majelis Profesor Riset, menurutnya ide tersebut cukup baik namun soal novelty dan bahan acuan penulisan sebuah karya tulis haruslah diperhatikan. Finalis selanjutnya yakni Dian atau terkenal dengan nama panggilan Gentong ini mengawali presentasinya dengan lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut. Hal ini berkaitan dengan pokok karya tulisnya yang mengangkat pengupayaan energi alternatif bersumber pada pemanfaatn ombak laut. Berakar dari kesadaran akan semakin menipisnya sumber enrgi dunia dalam beberapa masa kedepan.   Ide ini juga melihat kondisi geografis Indonesia yang dikelilingi oleh wilayah perairan, maka melalui mesin pembangkit energi yang dikelola baik, diharapkan dapat menggantikan peran minyak bumi untuk menyuplai kebutuhan listrik masyarakat Indonesia nantinya. Diluar dari pada topik karya tulis, Dian Fitria Agus Aristiyono juga mendapat penilaian baik dari Radjasa Barkah, Country Head for Universal Music Group International, mengenai penampilannya yang dinilai cukup memiliki karakter, personality baik. Dan berpotensi untuk dikembangkan lebih jauh, menurut sang juri pengamatan semacam ini juga sering dipakainya saat ia melihat talenta seseorang ketika sedang bertugas sebagai pencari bakat dalam dunia entertainment.[Nus/Redaksi]

Share :