Serunya debat di akhir gelaran Dare To Be A Leader And Debate yang berlangsung sejak Rabu (18/5) hingga Sabtu (21/5) di hotel Royal Orchid's Garden mengundang komentar dari salah seorang perwakilan dewan juri yang turut memberikan penilaian, Husnun N Djuraid. Beliau adalah Redaktur Senior Malang Post.
"Sejujurnya memang saya kira agak sulit untuk menentukan kubu pro atau kontra yang menjadi juara, karena memang keduanya memiliki performa yang cukup bagus", ujar Husnun diakhir penilaian debat. Lebih jauh Husnun menambahkan bahwa penilaian berlangsung cukup fair dengan memandang berbagai aspek, mulai dari cara bicara, bahasa tubuh, tatanan bahasa dan konten atau materi debat itu sendiri.
Husnun juga menilai masing-masing kelompok memiliki, sepertinya misalnya untuk kelompok kontra ada beberapa kelemahan pada penyampaian data yang menyebabkan blunder bagi mereka sendiri. "Blunder bagi kelompok kontra, saya perhatikan terjadi pada saat penyampaian sejarah PSSI namun mereka tidak mengetahui pasti siapa pendiri PSSI", demikian penjelasannya. Namun demikian kekuatan penuh justru terletak pada whip dan juga beberapa audiens yang turut memberikan pendapatnya.
Sedangkan berbicara mengenai kelompok pro, Husnun juga memberikan review secara general dari performanya. Menurutnya, kesalahan terjadi saat di awal kesempatan menyampaikan aspirasi, kelompok pro terlihat grogi seperti tidak siap. "Kekuatan penilaian untuk kelompok ini terletak di pertengahan debat dimana konsep dan cara penyampain sang leader terlihat komunikatif dan menguatkan poin". Meskipun demikian, semua yang terjadi dalam debat DTL ini sudah sangat baik dan memberikan pelajaran berharga bagi para Beswan Djarum. Sehingga kedepannya mereka mampu berbicara lantang guna menyampaikan aspirasinya di depan umum.[nus]