Hal yang langsung ada di kepala kita setelah mendengar kata Malang adalah Apel dan bakso atau bakwan Malang. Malang memang cukup terkenal dengan makanannya, sehingga nama-nama kelompok yang dipakai dalam DTL Malang pun menggunakan nama-nama makanan. Etas, Otos, Nowar, Lecep, Oskab, Uhat menjadi nama makanan yang dipilih oleh tim LO DTL Malang. Apakah anda melihat suatu kejanggalan disini?
Ini bukanlah bahasa Jawa kuno, tetapi hanyalah nama makanan yang dibalik. "Nama-nama ini diambil berdasarkan hal-hal yang unik di kota Malang yaitu kulinernya. Tapi kita ingin membuat sesuatu yang beda dengan membalikkan namanya," jelas Cece, Beswan Djarum angkatan 25. Kata-kata ini dibalik bukan hanya karena iseng semata, karena ternyata di Malang sendiri ada komunitas Bahasa Walikan.
Mereka biasanya berbicara dengan membalik kata-kata, seperti yang terkenal di Malang adalah tim sepak bolanya atau yang biasa disebut Ongis Nade alias Singo Edan. "Bahasa Walikan itu biasanya digunakan untuk makanan, ada juga nama jalan atau nama daerah, tetapi tidak semuanya bisa di balik," lanjut Cece. Lepas dari itu, kreatifitas setiap tuan rumah DTL dalam membentuk nama kelompoknya masing-masing patut dihargai karena memang inilah Beswan Djarum, tempat berkumpulnya orang-orang kreatif dan cerdas.[jo]