Mengunjungi Saung Angklung Udjo seperti melihat kembali satu per satu kekayaan bangsa yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Para Beswan Djarum pun dapat belajar banyak hal di tempat pelestarian budaya ini.
Ada 2 hal menarik yang begitu menonjol dan menghibur Beswan Djarum dalam Saung Angklung Udjo. Apalagi kalau bukan Angklung dan Wayang Golek yang kaya filosofi makna. Selain menarik hati, kedua jenis kesenian ini memberi gambaran luas tentang hidup. Tabung-tabung suara pada angklung misalnya. Tabung tersebut tidak dapat berdiri sendiri untuk menghasilkan bunyi yang indah. Ia memerlukan tabung-tabung suara lain untuk menghasilkan satu nada pasti dan dirangkai pada bambu lain untuk mengokohkannya menjadi satu instrumen musik. Tabung suara diibaratkan sebagai manusia yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan kehadiran orang lain untuk mencapai tujuan hidupnya.
Tak hanya Angklung, Beswan Djarum pun dapat melihat pesan moral penting tentang berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan pada kesenian Wayang Golek. Wayang yang berarti bayangan merupakan cerminan dari sifat dalam jiwa manusia. Mengajarkan untuk terus berbuat baik terhadap sesama sesuai dengan tujuan Character Building. Beswan Djarum pun diajak untuk melihat secara langsung proses pembuatan hingga mencoba memainkan Angklung bersamaan. Membentuk sinergi untuk menciptakan harmoni nada yang indah dan mengambil segala sisi positif dari Saung Angklung Udjo.