Tidak terasa kegiatan pelatihan kepemimpinan Dare To Be A Leader & Debate telah berakhir. Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari (21 Maret - 2 April 2011) tersebut menyisakan kenangan tersendiri bagi sosok yang menjadi inspirator Beswan Djarum, bapak Marthen Sumual. Hadir sebagai pemateri, Marthen langsung tampil mengesankan. Dalam waktu sangat singkat, ia dapat mengingat satu persatu nama Beswan Djarum yang baru pertama kali ia kenal. Selama memberikan materi kepada Beswan Djarum angkatan 26, ia memiliki catatan tersendiri. Ia menilai Beswan Djarum adalah orang-orang pilihan, mereka terpilih bukan hanya karena IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi tetapi juga karena mereka memiliki soft skill yang lain dalam hal ini kepribadian yang bagus. Sehingga saat training Dare To Be A Leader & Debate ini mereka lebih mudah untuk berkomunikasi dengan yang lain. "Dengan simulasi-simulasi yang ada mereka berusaha untuk menemukan jatidirinya mereka pada kesempatan yang sama mereka berusaha untuk mengenal yang orang lain." tutur pimpinan Top Concept Training & Corporate Development tersebut. Ia menilai saat pertama Dare To Be A Leader & Debate digelar, Beswan Djarum terlihat agak sungkanan. Apa sebab, karena berasal dari lintas budaya yang berbeda ada dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Namun mereka mencoba meninggalkan identitas label mereka dan berusaha mencoba menyatu dengan yang lain. Tahun ini adalah tahun ke enam dirinya bekerja sama dengan Beswan Djarum untuk mencetak generasi muda dengan jiwa kepemimpinan yang kuat. "Saya pikir terjadi suatu proses yang bagus dari Djarum Foundation yang berusaha mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin bangsa." ujarnya.[sp]