Beswan Djarum Belajar Batik Papua

Selasa, 20 November 2012 | Oleh
Share :

Perjalanan Cultural Visit Beswan Djarum berakhir di Gelanggang Olah Raga (GOR) Djarum, Kudus. Bukan ingin berlatih bulutangkis atau berlatih tanding dengan pebulutangkis nasional, Beswan Djarum berkumpul di GOR terbesar di Asia Tenggara ini untuk belajar membatik.

Kali ini, batik yang mereka pelajari bukan batik yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Beswan Djarum angkatan 28 belajar membuat batik Papua.

Sesuai dengan tema yang diangkat dalam Nation Building tahun ini, "Mutiara Timur Indonesia", berbagai kebudayaan dari Indonesia timur diperkenalkan dan dipelajari oleh Beswan Djarum. Dan ternyata, pulau paling timur di Indonesia ini pun memiliki batik.

Kekhasan batik dari Papua terdapat pada motif dan warna yang digunakan. Burung Cendrawasih, tifa, hingga ukiran kayu merupakan motif-motif yang biasa digunakan pada batik Papua. Sementara, mengenai proses pembuatan, batik Papua tidak jauh berbeda dengan batik tulis yang berkembang di Pulau Jawa. Canting dan malam merupakan peralatan yang digunakan dalam membatik.

Di bawah bimbingan para instruktur, Beswan Djarum pun belajar membuat batik Papua. Malam yang telah cair digoreskan menggunakan canting, mengikuti garis pola yang telah dibuat.

{pic5:right}Beswan Djarum pun sangat menikmati kegiatan belajar membatik Papua ini. "Ini pertama kalinya belajar membatik. Ternyata susah. Banyak yang netes," ungkap Asti Uki Utari, mahasiswa Jurusan Kedokteran Universitas Syah Kuala, Banda Aceh.

Pengalaman serupa dialami Fajar Nurjihad Cristian. Walau bukan pertama kalinya belajar membatik, Beswan Djarum asal Universitas Diponegoro ini mengaku kesulitan dalam menggoreskan malam cair mengikuti pola yang telah dibuat. "Susahnya itu permainan tangan biar enggak netes-netes. Jangan sampai gemetaran, karena waktu SMP batik saya rusak karena tangan saya gemetaran."

Selesai belajar membatik, Beswan Djarum dihibur penampilan Sanggar Bougenville. Sanggar pimpinan Ibu Eti ini pertama menampilkan tarian khas dari Kudus, Tari Kretek. Setelah itu, mereka menampilkan berbagai tari modern. Dan yang terakhir, para penari mengajar Beswan Djarum naik ke panggung untuk bergoyang ala Gangnam Style. Suasana GOR Djarum Kudus seketika menjadi semarak.

Share :