Beswan Djarum Berusaha Selalu Eksis Di DTL

Sabtu, 2 April 2011 | Oleh
Share :
Beragamnya Regional mengakibatkan karakter dan juga asal budaya dari seluruh Beswan Djarum yang ikut dalam pelatihan leadership DTL (31/3-2/4) membuat masing-masing dari mereka berusaha untuk selalu aktif. Ini bukan semata karena keegoisan mereka, melainkan para Beswan Djarum sangatlah menyadari bahwa melalui DTL, segala impian untuk menjadi seorang pemimpin dalpat di-eksplore lebih untuk bekal kedepan. Seperti diungkapkan oleh Evania Yafie, 21, seorang Beswan Djarum asal Regional Surabaya,"saya ingin selalu aktif disini, karena saya sangat menyadari bahwa ini merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengenal banyak orang dalam bungkus karakter dan budaya teman-teman yang lain". Pernah satu kali Eva merasa mampu menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh Marthen Sumual, pemilik gelar The Top Concept Trainning Consultant. Namun ia sempat kehilangan kesempatan tersebut, karena waktu terbatas. Tetapi pada akhirnya Eva justru mendapat pelajaran dalam bentuk lain, berupa menahan emosi juga merupakan bagian dari salah satu bekal untuk menjadi pemimpin yang handal. Lain cerita dengan Habib Candra Darmanto, yang juga dari Regional Semarang. Ia justru mengaku dapat pengalaman dari sisi berbeda, diantaranya kosakata bahasa Sunda spontan menjadi menambah perbendaharaan bahasa yang ia miliki. Pasalnya, dalam satu kamar sejumlah lima orang, Habib merupakan satu-satunya Beswan Djarum yang berasal dari Semarang. Sehingga mutlak setiap obrolan diantara meraka senantias diselingin dengan logat dan bahasa Sunda. Tetapi bagi Habib ini bukanlah hambatan, "saya justru menganggap ini merupakan kelebihan yang saya dapat dari sisi lainnya, coba bayangkan dalam satu hari kemarin saya mendapat lima kosakata baru bahasa Sunda, hahaha..", demikian pengakuan Habib diiringi tawa lepas.[nus]
Share :