Beswan Djarum Debatkan Pendidikan Seks

Senin, 29 April 2013 | Oleh
Share :

Pendidikan seks yang dijadikan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah umum adalah hal yang kontroversi, terutama di Indonesia. Beswan Djarum ditantang untuk memberikan argumentasi yang rasional tentang pendidikan seks dalam Debate Competition batch kelima. “Ketika pendidikan seks dijadikan mata pelajaran wajib, yang menjadi masalah adalah pengajarnya. Tidak semua ahli seksologi di Indonesia bisa mengajar,” begitulah argumentasi Deputy dari Tim Kontra. Tim Pro tentu saja tidak mau kalah. Mereka mempertahankan kedudukan dengan memberikan argumentasi tentang mekanisme pendidikan seks di jenjang sekolah yang berbeda. Mereka juga menjelaskan bahwa media yang sebenarnya berperan sebagai alat edukasi justru saat ini menjadi ancaman terhadap perilaku seks bebas. Maka dari itu, pemerintah perlu menjadikan pendidikan seks sebagai mata pelajaran wajib. Dewan juri mengaku kesulitan untuk menentukan pemenang Debate Competition mengingat kedua tim memiliki keunggulan masing-masing. Penilaian debat memang tidak hanya berdasarkan materi, tetapi juga metode. Dengan kata lain, argumentasi yang disampaikan dengan sistematis dan meyakinkan juga akan mendapatkan penilaian tinggi. Dalam kompetisi, tentu saja ada yang menang dan kalah. Namun, kemampuan berpikir logis dan kritis yang dibangun dalam Debate Competition inilah yang ditekankan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Share :