Permintaan kebutuhan darah di Indonesia saat ini semakin meningkat sementara persediaan darah yang dimiliki PMI (Palang Merah Indonesia) semakin menipis. Hingga saat ini masih banyak masyarakat Indonesia belum sadar betapa penting dan dibutuhkannya pendonor darah sukarela. Beberapa alasan nyata mengapa pendonor darah di Indonesia sangat minimal yakni karena sebagian masyarakat tidak mengetahui dimana harus melakukan donor darah, ada yang takut akan jarum suntik, bahkan sebagian takut tertular penyakit. Padahal dengan kecanggihan peralatan yang ada di Indonesia sekarang hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan lagi.
Berdasarkan data dari PMI, setidaknya rata-rata kebutuhan darah 100 kantong darah per hari atau sekitar 3000 hingga 3500 kantong darah per bulan yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan darah di Indonesia. Namun kenyataannya berbeda, stok darah di instansi ini sangat kurang. Dengan demikian jika ada permintaan dalam keadaan darurat pun pasien tidak bisa mendapatkan kantong darah sehingga pasien harus mengalami kesulitan mencari pendonor sendiri.
Pada hari Kamis, 17 Februari 2011, Beswan Djarum kota Medan TA. 2010-2011 sebagai generasi muda penerus bangsa yang sadar akan fenomena tersebut mengadakan kegiatan berupa aksi donor darah. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB ini, dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya mahasiswa dalam membantu memberi sumbangsih sedikit darah mereka demi tumbuhnya generasi-generasi baru bangsa ini. Alasan pemilihan tema "Simple Act fo Big Nation" adalah karena kegiatan donor darah merupakan suatu hal yang dapat dikerjakan dengan mudah dan sederhana, namun dibalik kesederhanaan tersebut dampaknya begitu luar biasa bagi keselematan jiwa orang banyak.Adapun tujuan dari kegiatan yang akan dilaksanakan ini yakni sebagai berikut :
Meningkatkan kesadaran masyarakat (sebagai pendonor sukarela) akan berharganya setetes darah bagi mereka yang membutuhkan.
Membantu kondisi kesehatan masyarakat khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan darah.
Membangkitkan semangat saling memiliki dan rasa kesatuan yang mendalam bagi masyarakat umumnya serta mahasiswa khususnya.
Acara berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan yang berarti. Koordinasi dengan pihak Poliklinik USU dan Palang Merah Indonesia-Medan sebagai pendukung acara juga terjalin baik sehingga acara dapat dijalankan sesuai prosedur yang telah ditentukan. Hal ini dipaparkan oleh Jeffry, Beswan Djarum yang berperan sebagai koordinator utama dalam kegiatan donor darah ini. Selain itu di lokasi acara juga ditampilkan foto-foto dari kegiatan Beswan Djarum, sehingga dapat sekaligus menstimulus mahasiswa untuk lebih "aware" terhadap Beasiswa dari PT DJARUM dan mencari informasi yang lebih tentang beasiswa ini.
}Minat mahasiswa USU dan sekitarnya untuk menjadi pendonor ternyata sangat besar . Antusiasme tersebut ditunjukkan dengan jumlah pendonor yang terdaftar yakni 150 orang dan kantong darah yang didapatkan berjumlah 102 kantong. Pada saat acara berlangsung, ternyata tidak hanya mahasiswa saja yang tertarik dengan kegiatan ini, bahkan masyarakat umum sekitar kampus juga datang untuk menjadi pendonor. Beberapa pendonor menyatakan apresiasi mereka dan memberikan saran agar kegiatan yang sama sebaiknya dilakukan secara rutin sehingga diharapkan tidak ada lagi krisis darah dan krisis pendonor khususnya di kota Medan.
Jeffrynardo Pranoto – Beswan Djarum Regional Jakarta 2010/2011