Di samping sisi budaya, ternyata Cultural Visit yang menjadi bagian dari rangkaian Character Building kali ini juga mengajarkan hal lain. Agar Beswan Djarum menjadi manusia berbudaya itu pasti, namun ternyata mereka melihat pelajaran berharga tidak hanya dari kaca mata itu saja. Melalui pengalaman luar biasa bermain angklung yang diperoleh di Saung Udjo, salah seorang Beswan Djarum Universitas Brawijaya, Pandu Pranowo mengartikan bahwa hal tersebut sebagai sebuah bentuk tanggung jawab.
"Saya menangkap permainan angklung tadi merupakan sebuah bentuk tanggung jawab pribadi yang harus dilaksanakan. Sebab bila ada satu orang saja yang tidak menggoyangkan angklungnya dalam sebuah pertunjukan, maka saya yakin akan mengurangi keharmonisan suara yang dihasilkan", demikian diungkap mahasiswa jurusan Teknik Mesin ini.
Lain halnya dengan Annisaa Dwi Utami, Beswan Djarum Universitas Gadjah Mada ini justru menangkap keberadaan Saung Udjo sebagai suatu peluang bisnis yang menarik. "Saya justru melihat bukan dari sisi angklungnya, melainkan secara menyeluruh mengenai Saung Udjo. Ini merupakan sebuah peluang berbisnis berbasis budaya Indonesia. Bukan tidak mungkin, bila ada kesempatan suatu saat kelak saya akan mencoba membangun usaha serupa, meski mungkin dengan basis budaya Indonesia yang berbeda. Jujur, saya sangat mencintai budaya Indonesia", ujar cewek manis yang kuliah di jurusan Teknik Kimia ini.
Pernyataan-pernyataan Beswan Djarum tersebut, merupakan bukti bahwa dengan adanya program soft skill dari Djarum Beasiswa Plus seperti ini mampu merangsang Beswan Djarum sebagai generasi muda bangsa untuk lebih peka dalam mengembangkan kemampuan individu dalam menghadapi tantangan dunia nyata.[nus/Redaksi]