Dalami Wawasan Kebangsaan Melalui Budaya Kalimantan

Kamis, 28 November 2013 | Oleh
Share :

Ratusan mahasiswa berbrestasi penerima program Djarum Beasiswa Plus kembali berkumpul di Semarang. Sejak 7 – 12 November lalu ke 515 Beswan Djarum 2013 / 2014 mengikuti Nation Building. Soft skill pertama yang diberikan untuk mempertajam wawasan kebangsaan mereka. “Saya senang bisa mengenal Indonesia lewat teman-teman Beswan Djarum dari seluruh Nusantara. Saya jadi belajar banyak karena bergaul dengan mereka,” ungkap Dina Cristina Nussi asal Universitas Nusa Cendana. “Kemilau Intan Indonesia” diangkat sebagai tema guna menyambut Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia, sekaligus bergabungnya Universitas Borneo Tarakan sebagai bagian dari keluarga besar Djarum Beasiswa Plus. Melalui pegelaran kesenian ini, para beswan Djarum diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan Bumi Kalimantan, pulau terbesar ketiga di dunia yang tidak hanya kaya secara sumber daya alam tetapi juga budayanya. Irfan, Beswan asal Kupang merasa bangga punya teman-teman dari seluruh Nusantara. Ia tak menyangka kalau semua perbedaan budaya bisa disatukan dengan harmonis melalui seni teater dan paduan suara. Efektif hanya dalam waktu empat hari, di bawah asuhan Denny Malik Entertainment, seluruh Beswan Djarum dilatih secara intensif. Mereka mempersembahkan sebuah pagelaran kesenian yang diramu dalam bentuk non-stop musical performance.

8 tarian tradisional Kalimantan dipertunjukkan di sini. 9 partitur lagu dinyanyikan oleh tim paduan suara yang terdiri dari 365 Beswan Djarum. Sementara 150 Beswan Djarum menjadi pelaku Budaya sebagai pemeran drama bertajuk “Kemilau Intan Indonesia” . Deasy Handayani Purba, Beswan asal Universitas Sumatera Utara juga merasakan bahwa Nation Building merupakan salah satu cara untuk menyatukan semua perbedaan. Yang tersisa hanya rasa kekeluargaan dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Deasy sendiri terpilih jadi pemeran utama bersama tiga Beswan lain. Para pemeran utama ini semuanya berasal dari empat pulau yang berbeda.

“Memang awalnya sulit. Tapi akhirnya kami malah kompak,” ujar Danur Agung Rahadian, Beswan dari Universitas Kristen Maranatha. Bagi mereka, Nation Building ibarat Indonesia sesungguhnya dalam bentuk yang kecil. Semua rasa mengenai persatuan Indonesia ada di Nation Building. “Kapan lagi bisa kumpul bareng dengan suasana seperti ini,” imbuh Made Dian Anggara, Beswan asal Universitas Marwadewa, Bali. Acara ini juga didukung oleh beberapa artis ternama di antaranya Dion Idol, Ello dan Monita Tahalea. 515 Beswan Djarum yang datang dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, dengan beragam suku dan latar belakang pendidikan menjadi contoh nyata pengejawantahan semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika.

Share :