Kali ini giliran Yogyakarta yang menjadi tuan rumah acara Djarum Bakti Pendidikan. Dare To be A Leader (DTL) menjadi acara nasional yang ke-3 setelah Silahturahmi Nasional (Silatnas) di Semarang dan Out Bound di Cikole Lembang, Bandung yang diikuti para Beswan Djarum (istilah penerima beasiswa Djarum). Acara yang dilaksanakan tanggal 21-23 Mei di Grand Quality Hotel Yogyakarta, diikuti sebanyak 64 Beswan Djarum yang berasal dari beberapa kota seperti Bandung, Purwokerto, Magelang dan Yogyakarta tersebut memberikan kesan bagi para Beswan Djarum. Para Beswan Djarum mendapatkan training dari Marthen Sumual yang sudah dipercaya PT. Djarum sejak tahun 2006. “Kami sudah dipercaya Djarum sejak tahun 2006 sehingga kami sangat bangga sekali”, kata Marthen.
Sebagai warming up, para Beswan Djarum terlebih dahulu dibagi dalam 9 kelompok yang diacak. Acara dilanjutkan dengan perkenalan dari masing-masing Beswan Djarum. Konsep perkenalannya pun didesain dengan sedikit berbeda, para peserta diharapkan memilih sebuah gambar yang sudah disediakan di meja, untuk kemudian gambar tersebut diinterpretasikan sesuai dengan pribadi masing-masing Beswan Djarum dan mempresentasikannya kepada teman-teman peserta. “Gambar yang saya pilih adalah gambar sebuah mobil New Camry, saya berharap nantinya saya tidak hanya bisa memiliki mobil ini melainkan mampu menciptakan dengan lebih bagus lagi”, kata Fata Beswan Djarum dari Yogyakarta.
Melalui kurang lebih sekitar 15 games yang dilaksanakan selama dua hari terakhir, sebagai trainer Marthen Sumual telah banyak memberikan edukasi dan keterampilan bagi para peserta sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan. Setiap game mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Misalnya untuk Focus Listening Game, game ini menuntut peserta berkonsentrasi, mau mendengarkan orang lain dan mau berpikir secara positif . “Orang yang sukses adalah orang yang mau berubah, dan mau merubah dirinya dengan pikiran-pikiran yang positif. Seorang pemimpin harus memiliki sebuah mimpi, dan mimpi itu harus bermanfaat bukan hanya untuk diri mereka sendiri melainkan juga orang lain”, tambah Marthen.
Selain diberikan game oleh trainer, Beswan Djarum juga diberikan tugas kelompok untuk menganalisis sebuah topik. Ada empat topik yang sudah ditentukan. Empat topik yang ditawarkan adalah Sistem Transportasi Yogyakarta, Pendidikan Gratis, Tembang Kenangan dan Festival Musik Yogyakarta. Keempat topik tersebut harus dikerjakan malam ini dan dipresentasikan pada keesokannya, hanya ada waktu 4-5 jam untuk dapat menyelesaikan proyek tersebut.
Pada kesempatan training ini para peserta mendapatkan pula gambaran tentang apa dan bagaimana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Djarum dibangun dan dikembangkan.Dalam kesempatan tersebut, Sindaka memaparkan bahwa CSR PT Djarum dibangun diatas empat pilar: Niat Baik, Lingkungan & Sosial, Keseimbangan dan Keberlanjutan. Niat baik menjadi hal yang utama dikala kita ingin memulai program kerja berjangka panjang. “Segala sesuatu harus diniatkan dengan hati yang baik dan tanpa pamrih sehingga apa yang kita kerjakan nantinya akan membuahkan hasil yang maksimal”, tambah Sindaka.
Selain Djarum Bakti Pendidikan sebagai CSR yang termuda, PT Djarum juga menjalankan Djarum Bakti Olahraga dan Djarum Bakti Lingkungan. Program Djarum Bakti Pendidikan sendiri, yang lahir tahun 1984, hingga sekarang telah memberikan beasiswa kepada 5.886 mahasiswa. Sedangkan Djarum Bakti Olahraga, sebagai program CSR Djarum yang pertama sejak tahun 1969 telah banyak melahirkan atlit-atlit olahraga Bulu Tangkis yang telah banyak memberikan kontribusi baik bagi bangsa dan negara seperti Liem Swie Kim, Haryanto Arbie, Alan Budi Kusuma, Edy Hartono, Rudy Gunawan dan masih bayak atlit-atlit yang berprestasi lainya. CSR ini dimulai dari hal yang sangat sederhana yaitu menyehatkan para pekerja atau karyawan setelah seharian beraktifitas. Sementara Djarum Bakti Lingkungan, lahir akibat rasa keprihatinan dan kepedulian dari PT. Djarum terhadap lingkungan sekitar kota Kudus yang gersang. Program ini termanifestasi dengan pambagian ratusan ribu pohon peneduh.
Dalam kesempatan tersebut juga diisi dengan pemaparan tentang blog Beswan Djarum, dari Daniel Tumiwa, Business Development PT Djarum. Fasilitas ini disediakan Djarum Bakti Pendidikan agar Beswan Djarum dapat menambah kemampuan soft skill. “Blog ini bisa menjadi salah satu kemampuan soft skill bagi para Beswan”, kata Daniel. Blog para Beswan Djarum ini difasilitasi untuk tampil dalam website beswandjarum.com, sebuah website yang juga menyediakan fasilitas portal bagi para Beswan Djarum dari seluruh angkatan untuk berbagi informasi tentang kegiatan Beswan Djarum, sharring, menjalin hubungan networking yang luas dan sebagainya. “Harapan saya adanya blog dan website portal ini, semua Beswan Djarum mau memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menuangkan dan membagi ide dan gagasan-gagasannya untuk kemajuan bersama”, kata Rendi sebagai salah satu Beswan Djarum dari Yogyakarta.
Di akhir acara, DTL ditutup dengan beberapa evaluasi dan pemilihan Beswan putra dan putri untuk tiga kriteria sebagai best disipliner, best speaker dan best favourite. Mekanisme pemilihan dilakukan dengan cara memberikan kertas kepada seluruh Beswan Djarum, kemudian mereka diminta untuk memilih dan menulis. Pemenang terpilih dari Ketiga kriteria tersebut mendapatkan hadiah menarik dari pihak Corporate PT. Djarum.
Andi Dwi Purwanto - Beswan Djarum Semarang, Oginawa Ramadhan Prayogo Sadiki - Beswan Djarum Yogyakarta, Angkatan 2008/2009 Foto: Andi Dwi Purwanto & Oginawa Ramadhan Prayogo Sadiki