Dare To Be A Leader Gelombang IV dan V di Kuningan dan Malang

Selasa, 19 Mei 2009 | Oleh
Share :

Sejumlah 60 orang Beswan Djarum (istilah untuk penerima beasiswa Djarum) dari kampus-kampus di Jawa Barat berkumpul bersama di Hotel Tirta Sanita, Kuningan, Jawa Barat pada 8-9  Mei 2009 untuk mengikuti pelatihan Dare to be a Leader gelombang IV. Dare to be a Leader merupakan salah satu program dalam Djarum Bakti Pendidikan yang diberikan untuk menggali dan mengasah potensi kepemimpinan yang ada di dalam diri para mahasiswa peneriman beasiswa dari PT Djarum (Beswan Djarum).

Kelelahan peserta yang sebagian besar peserta datang dari kota Bandung yang berjarak tempuh kurang lebih empat jam perjalanan darat, terbalaskan setelah beristirahat semalam. Jadwal kegiatan yang ketat, mengharuskan para peserta segera beranjak dari peraduan lebih awal. Setelah senam pagi dan sarapan, para peserta bersegera untuk masuk ruang training sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan sebelumnya.

Di awal kegiatan, Bapak Marthen Samual (trainer) memberikan pengarahan dan gambaran seperti apa kegiatan ini akan berlangsung. Sesekali beliau mencoba untuk berbicara dengan bahasa sunda, tapi karena pengucapannya agak “aneh” membuat para peserta tertawa. Sebuah ice breaker yang berhasil.

Mengawali training, Bapak Tedi Sutendi, pendamping trainer, memberikan beberapa gambar pada setiap kelompok untuk kemudian masing-masing dimintakan alasannya mengapa memilih gambar tersebut. Suasana semakin menarik ketika setiap peserta mempresentasikan gambar yang dipilih dengan variatif dan tentunya sesuai dengan karakter masing-masing.

Usai presentasi kelompok, Bapak Marthen Samual memberikan materi-materi mengenai leadership dan dilanjutkan dengan games puzzle dimana setiap peserta dipecah lagi kedalam kelompok baru dan diharuskan memilih leader yang baru. Setiap kelompok mendapatkan puzzle yang harus disusun menjadi satu gambar utuh. Para leader memberikan instruksi kepada anggotanya untuk menyusun puzzle sesuai dengan urutannya masing-masing.

Banyaknya games menarik membuat para peserta semakin tertantang untuk menjadi leader yang lebih baik lagi. Disela-sela materi yang diberikan oleh para trainer, acara juga diisi oleh hiburan dari para Beswan Djarum dengan bernyayi sehingga membuat suasana semakin bersemangat. Tidak terasa siang berganti malam, hal itu tidak menurunkan semangat para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pada malam hari para peserta dibagi lagi menjadi beberapa kelompok dan para peserta diberikan kasus untuk menentukan urutan orang-orang yang harus diselamatkan sesuai kasus yang diberikan. Setelah setiap kelompok selesai menentukan urutannya masing-masing, para leader harus mempresentasikan pilihan mereka. Selesai sesi ini para peserta dibagi lagi kedalam beberapa kelompok untuk mengerjakan proyek yang besok harus sudah selesai dan harus dipresentasikan, alhasil semalaman para peserta begadang untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Di hari kedua ini para peserta mendapatkan materi yang tak kalah menarik dan bermanfaat seperti halnya hari pertama. Yang membedakan adalah di hari kedua ini para peserta harus memberikan presentasi.

Pelatihan di Kota Apel Kampus  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tempat pelaksanaan training leadership Dare to be A Leader yang memasuki gelombang ke lima. Para Beswan Djarum yang berasal dari Udayana, ITS, Unair, IAIN Surabaya, UPN Jawa Timur, Univeristas Warmadewa, Universitas Muhammadiyah Malang, Univeritas Jember, Universitas Merdeka, Universitas Brawijaya, Universitas Samratulangi, STAIN Kudus, Universitas Muria Kudus, Atmajaya Yogyakarta berkumpul bersama selama dua hari sejak 15 Mei 2009 di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bagi mereka ini adalah pertemuan kedua mereka setelah dikumpulkan pada even nasional achievement motivation training di Cikole, Bandung beberapa bulan lalu. Sebanyak 65 Beswan Djarum  yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sebagaimana di Kuningan, salah satu sesi yang memberikan kesan mendalam bagi para peserta traning di Malang adalah saat Beswan Djarum dituntut untuk membuat sebuah jembatan menggunakan batang spaghetti dan sebuah lem  perekat. Permainan ini adalah salah satu dari rangkaian materi pelatihan Dare to be a Leader. Tidak berbeda dengan permainan pada pelatihan gelombang sebelumnya, permainan ini juga membutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam proses pembuatannya juga memperhitungkan tingkat ketahanan jembatan tersebut terhadap beban.  Dibagian akhir permainan, jembatan hasil karya dari setiap kelompok akan diuji  ketahanannya oleh trainer. Dari empat kelompok yang ada, tiga jembatan  diantaranya berhasil menahan bobot dari beban dan satu jembatan tidak mampu menahan bobot beban tersebut. “Kami merasa kurang dalam strategi dan kokohnya konstruksi jembatan sehingga tidak mampu menahan  beban yang ada” ujar Intan yang bertindak sebagai ketua tim.

Para Beswan Djarum peserta pelatihan Dare to be a Leader di Kuningan dan Malang berharap ilmu yang didapat mengenai Leadership ini dapat diterapkan di kehidupan nyata dan bisa membuat para Beswan Djarum menjadi pemimpin bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang.

Dodo Prawira Pradana (Universitas Widyatama) & Multi Rahmah (Universitas Muhamadiyah Malang), Beswan Djarum 2008/2009

Share :