Setelah Silatnas dan outbond Achievement Motivation Training, Dare To Be A Leader atau yang akrab disingkat DTL, menjadi ajang ketiga berkumpulnya para Beswan Djarum se-Indonesia. Pada 19-20 Maret lalu, diadakan Dare To Be A Leader batch 2 di Via Renata, Bogor. Di tengah sejuknya udara Puncak, 79 peserta dari 17 Universitas di Regional Jakarta dan Bandung, menerima berbagai materi pelatihan untuk mengasah kemampuan leadership mereka. Seperti tahun-tahun sebelumnya, DTL tahun ini pun diikuti para Beswan dengan bimbingan dari motivation consultant Top Concept. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dibagi menjadi 14 sesi. Top Concept yang dikomandoi Marthen Sumual ini menyisipkan games menarik di setiap sesi agar para peserta semakin semangat mengikuti kegiatan. Jadwal yang berlagsung padat hingga malam hari tak menyurutkan spirit para peserta. Menurut Marthen, konsep yang ditawarkan ini bertujuan untuk membuka awareness para peserta bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin. “Walau seseorang merasa dirinya biasa saja, namun setiap orang pasti memiliki passion untuk menjadi seorang leader,” ujar pria yang tahun ini genap berusia 51 tahun. Menurut Marthen, hal paling utama yang harus dipersiapkan dalam membuat sebuah pelatihan yang menarik ialah mengetahui keinginan dan kegemaran para pesertanya. Top Concept telah berhasil membuat para Beswan tetap fokus pada materi pelatihan melalui games. Menurut Risya Sasri, Beswan dari Universitas Tanjung Pura Pontianak, game yang paling menarik ialah saat para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan harus melepaskan diri dari lilitan tangan mereka. “Game itu melatih kita untuk kreatif, berpikir kritis, kompak, dan pantang menyerah. Selain itu, membuat kita harus saling menghargai, menghormati, dan memperhatikan orang-orang di sekeliling kita,” papar gadis yang terpilih menjadi The Most Discipline Participant ini. Teguh Wijaya, Beswan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, memiliki pendapat lain. Menurutnya, game yang paling seru ialah saat mereka harus menyusun puzzle dengan motif dan detail yang cukup rumit. “Dalam membuat puzzle, kerja sama dan komunikasi sangat penting sekali,” ujar pria humoris ini.Selain games yang disebutkan Risya dan Teguh, games lainnya dalam pelatihan ini memang bersifat team games. Konsep ini ditujukan untuk mengasah kemampuan team work para peserta sebagai salah satu modal menjadi leader yang baik. Selain Marthen Sumual, event ini juga dipandu oleh beberapa trainer lain dari Top Concept. Selama dua hari pelatihan, para peserta mulai akrab dengan para trainer dengan bidang dan segmentasinya masing-masing. Misalnya Adhi dengan wajahnya yang serius dan tegas, yang bertugas memandu games; Tedi, pria plontos yang humoris, yang bertugas mengevaluasi penampilan para peserta saat games maupun presentasi; juga Bob, sang operator. Dian Apriadi, Beswan asal Universitas Sriwijaya Palembang, memilih Tedi sebagai trainer favoritnya. “Pak Tedi lucu, mampu membuat suasana cair dan attractive. Tapi secara keseluruhan, saya suka semua trainer di DTL ini. Gonna miss them all,” papar peraih predikat The Most Favorite Participant ini. Pendapat yang sama muncul dari Faisal Tomi Saputra, Beswan asal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, yang memilih Tedi sebagai trainer favoritnya. “Tampangnya mafia, tapi hati selembut sutera,” kelakarnya. Putri Eka Pratiwi, alumni Beswan Djarum 2006 yang kini menjabat sebagai Public Affairs PT.Djarum, sedikit bernostalgia mengenang kegiatan DTL di masa angkatannya. “Dulu games-nya tidak sebanyak sekarang, buku panduan juga masih sangat sederhana. Tapi lama-kelamaan, Djarum menyempurnakan konsep kegiatan yang ada,” ujar wanita yang akrab disapa Mbak Putri ini. Alumni Universitas Muhammadiyah Malang ini memilih “jembatan spaghetti” sebagai games favoritnya. Menurutnya, menarik saat melihat bagaimana beberapa spaghetti yang rapuh dapat disusun menjadi jembatan yang sanggup mengangkat beban seberat satu kilogram. Menjelang akhir acara, para peserta memilih kandidat peserta favoritnya yang dibagi ke dalam tiga kategori, The Most Discipline Participant, The Coolest Speaker, dan The Most Favorite Participant. Arie Prima Satria dari Universitas Lampung dan Risya Sasri dari Universitas Tanjung Pura Pontianak meraih predikat The Most Discipline Participant. Feby Tubagus Priyatna dari Universitas Islam Negeri Bandung dan Heni Heldayanti dari Universitas Lampung meraih predikat The Coolest Speaker. Untuk kategori The Most Favorite Participant diraih oleh Bambang Rio Agryawan dari Universitas Tanjung Pura Pontianak dan Dian Apriadi dari Universitas Sriwijaya Palembang. Kegiatan ini diakhiri pada Sabtu malam, 20 Maret 2010, ditutup dengan lagu Hymne Beswan Djarum yang dinyanyikan oleh seluruh peserta sambil saling bergandengan tangan. Tak sedikit pula yang menitikkan air mata. Walau hanya dua hari, kegiatan ini telah mempererat persahabatan para Beswan Djarum, juga meningkatkan kepercayaan diri sebagai seorang pemimpin. Sesuai dengan namanya, Dare To Be A Leader, Beswan Djarum harus berani menjadi seorang pemimpin.
Renny .Y. Adystiani – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten