Setelah dua hari menimba ilmu kepemimpinan yang diberikan bapak Marthen Sumual, kini saatnya Beswan Djarum melakukan debat sebagai puncak acara dari pelatihan kepemimpinan Dare To Be A Leader &Debate yang berlangsung selama tiga hari (31 Maret - 2 April 2011) di Galeri Ciumbuleuit, Bandung, Jawa Barat. Pada debat kali ini terdapat dua kubu Pro dan Kontra yang diisi oleh tim Padjajaran (Pro) dan Siliwangi (Kontra) yang akan membahas tema Crop Circle Buatan Manusia.
Dengan seragam pink, tim Padjajaran mendapat kesempatan pertama untuk membuka debat dengan mengemukakan argumen bahwa crop circle merupakan karya manusia. Lewat leadernya Novika, tim ini mulai membahas bahwasanya crop circle merupakan karya manusia untuk tujuan seni. Usai memberikan pernyataan giliran tim Siliwangi memberikan sanggahan bahwa crop circle bukanlah buatan manusia. Suasana debat pun semakin memanas, argumen yang mempertahankan dan menentang crop circle semakin menarik. Kedua kubu menunjukkan kemampuannya dalam menganalisis masalah yang diangkat, dengan kritis mereka menyampaikan argumennya. Suasana pun semakin meriah dengan adanya yel-yel penyemangat dari kedua kubu yang "berseteru".
"Debat kali ini berlangsung seru karena materi ditanggapi dengan cukup baik dalam arti pro-kontranya cukup mendasar karena mereka menggunakan teori-teori yang mereka cari dengan benar. Kalah menang itu hal yang biasa tetapi usaha untuk menyampaikan permasalahan dalam debate sudah cukup bagus." ungkap bapak M. Budi Santoso selaku Program Officer Djarum Beasiswa Plus.
Selain itu, Marthen Sumual menilai masing-masing tim memiliki kelebihan dan kekurangan. "Seperti yang ditunjukkan leader Pro (Novi) dia memulai dengan sesuatu yang terstruktur jadi itu yang memimpin timnya untuk menegaskan bahwa kita seharusnya berpihak dimana. Nah ini sebenarnya adalah peran dari seorang pemimpin, seperti yang pernah saya bilang bahwa pemimpin yang menggerakkan orang untuk mencapai tujuan bersama." ungkapnya.
Direktur Tribun Jabar yang menjabat sebagai juri Debate Beswan Djarum, Piyoto ikut mengomentari kegiatan Dare To Be A Leader & Debate yang berlangsung. "Djarum membantu mahasiswa tidak hanya untuk menunjang segi akademis saja, tetapi juga mengembangkan mahasiswa untuk pintar bersosialisasi dan pintar berkomunikasi. Selain itu yang terpenting juga dari pada ketiga hal tersebut, adik-adik mahasiswa Beswan Djarum diberikan bekal untuk bersikap, dimana kita tahu dalam dunia nyata ataupun kerja kita tidak selalu berada dalam posisi yang mengenakan, tetapi pandai mengendalikan sikap dalam mempertahakan pendapat dengan cara yang tepat", ujarnya.
Pada debat kali ini tim Padjajaran keluar sebagai pemenang dengan poin 5020 dan tim Siliwangi harus mengakui kehebatan mereka karena hanya mampu meraih poin 4080.[sp]