Mempersiapkan sebuah pementasan dalam waktu empat hari bukanlah hal yang mudah. Apalagi, jika para penampil yang terlibat bukanlah orang-orang profesional di bidang pertunjukan. Begitu juga yang dialami Denny Malik, sutradara drama musikal "Mutiara Timur Indonesia.
"Proyek nekat. Tapi, yang penting adalah berusaha untuk berbuat," ungkap pria yang tenar di tahun 90-an dengan lagu "Jalan Sore" ini.
Walau begitu, bukan berarti drama musikal yang akan ditampilkan pada Selasa, 20 November 2012 nanti hanya sekadarnya. "Bagi saya itu adalah tantangan. Membuat mereka dari tidak bisa menjadi bisa dan menjadikan sebuah drama musikal yang menghibur."
Hanya saja, Denny Malik tidak ingin terlalu menekan Beswan Djarum untuk bisa tampil layaknya profesional. Pria kelahiran 18 Februari 1963 ini sadar ada berbagai hambatan, seperti dari segi waktu penggarapan.
"Tujuan utama kali ini adalah membentuk team-work dari mereka (Beswan Djarum-red.). Memberikan mereka pengalaman pengalaman proses produksi sebuah pertunjukkan."
Denny Malik juga tak lupa mengungkapkan apresiasinya terhadap Beasiswa Djarum. Menurutnya, generasi muda Indonesia saat ini sudah jauh dari akar budaya nasional. Dan melalui acara-acara seperti ini, menurutnya, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta generasi muda pada nilai-nilai budaya nasional. "Semoga program-program yang lain dapat mengikuti yang dilakukan Djarum Beasiswa Plus saat ini," tutupnya penuh harap.