Di Balik Sisi Ceria Genthonk

Rabu, 10 Oktober 2012 | Oleh
Share :

Sulit rasanya untuk tidak memperhatikan Beswan Djarum yang satu ini. Dian Fitria Agus Aristiyono, Beswan Djarum dari Universitas Brawijaya. Badannya besar. Tapi, bukan karena ukuran fisik yang membuat dia selalu menjadi pusat perhatian, melainkan sikapnya yang selalu ceria di setiap kesempatan sehingga dapat mencairkan suasana. Seluruh ruangan menjadi riuh bergemuruh karena tingkah-tingkah lucunya. Respon spontan yang selalu ia munculkan kerap mengundang gelak tawa setiap orang yang ada di dekatnya. "Dari dulu saya emang seperti ini, bicara blak-blakan," ungkap mahasiswa yang akrab disapa Genthonk.

Hanya saja, di balik kecerian yang selalu ditunjukkannya, Genthonk ternyata mempunyai rasa takut ketika dia terpilih menjadi Finalis Nasional Lomba Karya Tulis/LKT (sekarang bernama Writing Competition) mewakili regional Surabaya.

"Sampai sekarang saya ngerasa bener enggak ya saya di sini. Saya merasa enggak layak berada di sini," jelasnya.

Ditambahkannya, semua peserta yang lain memang memiliki kemampuan yang luar biasa. Yang menjadi ketakutan Genthonk adalah sisi humornya yang tinggi akan menurunkan derajat peserta yang lain. Genthonk berkilah bahwa pengalamannya berpresentasi sangat minim, tidak seperti para pesaingnya di ajang LKT tahun lalu.

Namun, setelah melalui hari pertama Grab Your Audience, kepercayaan dirinya mulai tumbuh. "Setidaknya sekarang saya tahu cara presentasi yang benar. Jadi, saya enggak akan terlalu menjatuhkan derajat peserta yang lain jika kembali ikutan kompetisi seperti Writing Competition," tutupnya.

Share :