Setelah melewati seleksi berupa tes tertulis, calon Beswan Djarum 2011 Regional Medan menunggu hasil yang menegangkan. Panitia seleksi penerimaan calon Beswan Djarum kali ini harus menghitung jumlah skor di atas 80 (Tes Potensi Akademin/TPA) dan dilihat dari hasil psikotes berupa menggambar wajah manusia. Telah lolos 37 peserta dari 66 peserta yang mengikuti seleksi tertulis.
Ke-37 peserta yang kemudian dikumpulkan bersama-sama. Mereka dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing ada yang berjumlah delapan orang dan ada juga yang berjumlah tujuh orang. Mereka di setiap kelompoknya diberikan sebuah judul permasalahan dan penjelasan tentang permasalahan yang terjadi di sekitar kita. Kemudian mereka diminta untuk membuat essay yang kemudian didiskusikan pada kelompoknya.
Menurut Bapak Sapto sebagai panitia Recruitment Medan 2011, penilaian dalam tahap Focus Group Discussion (FGD) meliputi diskusi kelompok, inisiatif, cara menganalisis masalah, komunikasi dan empati. "Komunikasi yang dilihat adalah bagaimana ia bisa berbicara lebih jelas dan membuat orang lain mengerti, sedangkan empati merupakan bagaimana calon Beswan Djarum bisa menanggapi segala pertanyaan, sanggahan, pebedaan pendapat dan perbedaan cara bekerja", jelas Bapak Sapto.
Ke-lima kelompok yang telah disebutkan sebelumnya harus menstimulus permasalahan yang sebenarnya terjadi di lingkungan sekitar kita. Mereka diberikan kesempatan 10 menit untuk presentasi dan 10 menit lagi untuk sesi tanya jawab.
Dari ke-lima kelompok ternyata menurut Bapak Sapto jarang yang memanfaatkan 10 menit waktu presentasi. Namun demikian, mereka tetap mampu menganalisis dengan baik dan dengan penuh inisiatif untuk menjawab berbagai pertanyaan yang dilotarkan teman-teman kelompok lain. (Astrid/Redaksi)