Ada satu kata yakni 'rugi' yang dianggap tepat bila Anda belum mengikuti pelatihan yang satu ini, Dare To Be A Leader And Debate, yang merupakan pelatihan bagi para penerima Djarum Beasiswa Plus. Pasalnya selain acaranya syarat dengan ilmu tetapi senantiasa diselingi dengan bermacam aktifitas menyenangkan yang selalu melibatkan interaksi antar kelompok. Sehingga hal ini sangat mempengaruhi mood serta antusias para Beswan Djarum di ruang Gracia 2, Galeri Ciumbeuluit pada hari pertama (31/3) pelaksanaan pelatihan Dare To Be A Leader And Debate atau biasa disingkat DTL. Pernyata tersebut juga ditegaskan oleh beberapa perwakilan Beswan Djarum diantaranya adalah sebagai berikut : Ririn berpendapat bahawa penyelenggaraan Dare To Be A Leader And Debate menjadi pelatihan yang sangat mengesankan dari beberapa kali ia mengikut pelatihan ditempat lainnya. Namun Ririn merasa tidak bosan ketika di ruangan saat mulai mengetahui bagaimana cara Trainer, Pak Marthen membawakan sesi demi sesi. "Model pelatihan seperti ini merupakan salah satu yang baru menurut saya, karena tidak terpaku pada materi pelatihan dan slide, Pak Marthen adala Trianer yang hebat, dia mampu membaca situasi, sehingga saya merasa tidak pernah bosan, sepanjang hari pertama ini. Selain itu yang saya rasakan games yang diberikan juga mampu menghidupkan suasana". ujar mahasiswi asal UNS Surakarta ini. Sependapat dengan Ririn, yang juga mengidolakan games sebagai sebuah sarana untuk mempererat kerja sama antar individu dalam satu kelompok. Menurut pengakuannya pula, Fika merasa dalam games yang disajikan bisa menjadi sarana buat dirinya bersosialisasi dengan mudah anatara sesama Beswan Djarum. "Fika merasa games yang disajikan oleh Trainer, sebenarnya cukup simpel, tapi ada yang berbeda disini (DTL_Red), saya merasa tidak mendapat kesulitan sama sekali untuk bergaul dengan sesama Beswan Djarum lainnya. Selain pembawaan materi yang tidak monoton, kemampuan Pak Marthen juga patut menjadi acungan jempol dalam menjaga feel para Beswan Djarum", ujar Fika. Mahasiswa asal Universitas Negeri Malang ini langsung mengekspresikan kekagumannya terhadap pelaksanaan pelatihan Dare To Be A Leader And Debate. "Saya sampai selesai penyelenggaraan hari pertama ini masih bingung ada satu inovasi dalam model pelatihan ini. Sehingga konsentrasi saya benar-benar bisa terjaga untuk tetap fokus". Shubhan yang akrab disapa Jo ini, juga mengaku sangat berkesan saat melihat proses perkenalan yang lebih dinamis serta unik di awal sesi hari pertama (31/3). Aksi sang Trainer, Marthen Sumual dalam menghafal 63 Beswan Djarum secara bersamaan saat sesi perkenalan juga mampu memotivasi dirinya untuk bisa seperti itu, karena menurutnya selain kemampuan daya ingat yang bagus, hal tersebut juga mencerminkan bukti kepedulian kita dengan sesama saat berkomunikasi.[nus]