Berbagai respon muncul dari Beswan Djarum setelah menerima materi Emotional Intelligence dari Abraham Delta.
Simak saja penuturan Livia Tessalony dari Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Meski sudah menemui materi sejenis di kampus, ia tetap berpendapat kalau emotional intelligence sangat dibutuhkan oleh tiap orang, terutama para pemimpin.
"Percuma pintar tapi tak cerdas secara emosi. Harusnya intelektual dan emosi dikembangkan dengan seimbang," kata mahasiswi jurusan psikologi itu.
Patricia Glorya dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta punya pendapat yang sama. Menurutnya, banyak pemimpin yang kurang kompeten karena tak bisa mengelola emosinya dengan baik.
Yang jelas, materi yang dibawakan oleh Abraham Delta ini tampak meresap baik ke dalam diri para Beswan Djarum. Misalnya saja, Stephanie Angka dari Institut Pertanian Bogor yang ingin mulai mengelola kecerdasan emosinya. Baginya, kecerdasan emosi merupakan bekal masa depan. Sebab kecerdasan emosi bisa membantu mengetahui kelemahan dan kekuatan diri sendiri.
"Mungkin untuk saat ini kegunaan materi ini belum terlalu signifikan untuk saya. Tapi dalam beberapa tahun ke depan, materi ini pasti sangat berguna," ujar Stephanie.
Suryo Hapsoro, Beswan Djarum asal Universitas Gadjah Mada menambahkan kalau materi ini mengajarkan hal yang penting. Terutama soal self awareness.
"Kita diajari untuk berkaca terlebih dulu sebelum melangkah lebih jauh dalam kehidupan sosial," imbuh Suryo.