Final Writing Competition regional Bandung kian mendekati akhir ketika Rahayu R. N. Rahman (Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari ABA) menutup presentasinya. Penampilannya menjadi penutup dari ketegangan suasana yang menyelimuti Ruang Arowana, Grand Seriti Boutique Hotel, Bandung, tempat berlangsungnya acara.
Peforma kesepuluh Beswan Djarum di Final Writing Competition regional Bandung terbilang merata. Hal inilah yang membuat dewan juri Prof. Dr. rer. nat. Sundani Nurono Soewandhi, M.Sc. (Institut Teknologi Bandung/ITB), Ir. Marleen Sunyoto, M.Sc. (Univesitas Padjadjaran), dan Syauqy Lukman, S.Sos, MSM (Harian Pikian Rakyat) kesulitan dalam menentukan tiga pemenang.
Namun begitu, keputusan tetaplah menjadi sebuah pilihan. Prof. Sundani lantas didaulat untuk menyampaikan rangkuman dan "kunci" yang membawa ketiga Beswan Djarum terpilih menjadi pemenang. "Intinya kalian semua sudah menjadi pembicara hebat, tapi poin utama yang kami sorot adalah kemampuan untuk mendengarkan," kata Profesor lulusan TU Braunschweig, Jerman.
Lepas Prof. Sundani memaparkan resume, giliran Syauqy mengumumkan nama ketiga pemenang. Beswan Djarum yang pertama disebut adalah Indra Rudiansyah (Institut Teknologi Bandung/ITB), disusul Ihsan Nur Iman Faris (Universitas Pendidikan Indonesia/UPI), dan Vionita Rizqa Permana (ITB).
"Akhirnya lega juga. Berhasil juga usahanya. Ternyata bisa tembus sampai ke tingkat nasional," kata Indra yang tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
Senada dengan Indra, Ihsan pun berujar, "Perasaan saya seneng banget soalnya saingannya berat dan perjuangannya harus bener-bener maksimal. Ya seneng, terutama karena bisa menampilkan yang terbaik di presentasi walaupun misalkan banyak paper lain yang bagus. Tapi, ya, intinya seneng aja, deh."
Perasaan berbeda dialami Vannesya Harahap (ITB) dan Annisa Nurramadhani (UPI). Meski tersisih, keduanya mampu menyikapi kegagalannya dengan besar hati. "Ternyata emang presentasi itu masing-masing orang punya cara yang berbeda dan kadang-kadang kita juga belum terbiasa untuk melakukannya," ungkap Vannesya. Lebih lanjut, dara manis ini berujar, "Kalo merasa kecewa gak bisa menang, ya, pasti, tapi tetap semangat. Nanti pasti ada kesempatan lagi. Yang penting, udah ada pengalaman."
"Ya, mungkin ini yang terbaik Tuhan kasih buat saya. Dan mungkin, ke depannya ada kesempatan lain sehingga saya bisa improve lebih baik lagi. Kalo bisa dibilang kasarnya, saya kalah tapi hasil ini memotivasi saya untuk lebih baik ke depannya," tutur Annisa yang tidak menampakkan kekecewaan di wajahnya. "Untuk tiga pemenang tadi salut banget. Saya tidak kecewa karena saya tahu prosesnya mereka seperti apa dan hasilnya mereka itu bagus. Saya juga mendukung mereka karena salah satunya itu temen saya yang dari UPI, Ihsan," tambah Annisa.