Farmasi dan Kelautan Bersaing Jadi Yang Terbaik

Jumat, 21 Oktober 2011 | Oleh
Share :
Mengikuti tahapan LKT nasional adalah sesuatu yang tricky, karena para peserta tidak bisa mengubah isi makalah mereka. Dan bergantung sepenuhnya terhadapa karya presentasi mereka dan cara mereka menjawab saat di tanya oleh dewan juri nasional atau peserta lain dan tamu undangan. Hal seperti itulah yang dilakukan oleh Octo Rahadian Pius, yang sedikit merubah desain power pointnya dibandingkan saat mengikuti tahap regional di Semarang. Dengan judul LKT "Pemanfaatan Senyawa 1,3,6,7-tetrahidroksi-2-8-di(3-metil-2-butenil) Xanton(a-Mangostin) dari Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Sebagai Natural Anticancer dan Chemopreventive Agent serta Potensi Pengembangannya di Jawa Barat". Pius, mahasiswa farmasi dari Sanata Dharma ingin menunjukkan cara pengobatan kanker yang alami dengan memanfaatkan kulit manggis. Namun sayangnya hal ini bukanlah hal baru karena telah ada penelitian bahkan, hal seperti ini telah dipasarkan dan masuk ke industri. Pius merupakan peserta kelima yang melakukan presentasi pada hari Jumat (20/10) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta. Setelah itu, Teguh dari ITS, Surabya maju kedepan untuk melakukan presentasi. peserta yang mengambil ilmu kelautan ini, membuat LKT dengan judul "Turbin Arus Vertikal Axis (TAVA) : Renewable Energy Berbasis Marine System sebagai Solusi Krisis Listrik Pulau-Pulau Kecil di Indonesia". Teguh ingin memanfaatkan kekuatan arus laut di kedalaman 12m. Dengan kekuatan arus laut yang lebih stabil, Teguh beranggapan ini akan lebih efektif dari pada menggunakan pembangkit listrik tenaga angin. Selain itu, arus yang konstan juga menghasilkan listik yang lebih besar. Dengan satu alat rotor berdiameter 10m dan kedalaman 12m akan menghasilkan tenaga listrik 300KW.[jo/redaksi]
Share :