Memasuki hari pertama pelatihan Dare To Be A Leader & Debate, Beswan Djarum langsung menerima rangkaian materi berharga dari pemateri Marthen Sumual. Beswan Djarum pun serius menyikapi materi demi materi yang diberikan. Suasana serius dan tegang pun kerap menghampiri Beswan Djarum. Untuk mencairkan suasana tersebut maka dilakukan games di setiap sesinya. Salah satunya adalah games interaktif yang dilakukan di luar ruang Gracia 2, Galeri Ciumbuleuit sebagai tempat digelarnya Dare To Be A Leader & Debate. Usai makan siang Beswan Djarum langsung diarahkan ke luar ruang pelatihan untuk melakukan sebuah games. Games ini ditujukan untuk mencairkan suasana dan mengembalikan keceriaan Beswan Djarum setelah setengah hari berada di dalam ruangan. Beberapa games dilakukan mulai gaya patung pancoran, dansa, lampu lalu lintas, bunga matahari dan pendayung. Games ini adalah games mencari pasangan, jika Beswan Djarum tidak mendapat pasangan langsung tereliminasi. Master of Ceremony (MC) pun langsung mengarahkan Beswan Djarum untuk membentuk sebuah lingkaran tanda akan dimulainya games. Ketika MC menyebut patung pancoran, Beswan Djarum langsung memperagakan gaya patung yang menjadi ikon di Ibukota Jakarta tersebut. Saat MC menyebut dansa, Beswan Djarum harus mencari pasangan untuk melakukan dansa. Ketika disebut lampu lalu lintas, tiga orang Beswan Djarum langsung membentuk barisan dan menyebut kata merah, kuning dan hijau. Suasana games semakin meriah ketika MC menyebut bunga matahari, Beswan Djarum pun berebut untuk membentuk satu kelompok yang terdiri dari empat orang. Peserta games semakin sedikit karena banyak yang tereliminasi. Ketika MC menyebut pendayung, kegilaan semakin menjadi karena Beswan Djarum saling menarik rekannya untuk dijadikan kelompok yang terdiri dari lima orang, tawa pun pecah seketika. Games ini berhasil mengembalikan keceriaan Beswan Djarum selain itu efek positif dari games ini adalah memperkuat kekompakan sesama Beswan Djarum yang berasal dari universitas dan kota berbeda.[sp]