Tulisan yang konkret akan selalu memuat unsur yang tepat pula. Memiliki struktur yang tegas dan tak membingungkan para pembacanya. Keinginan pembaca untuk tergerak mengetahui ide dan visimu terlihat dari 30 kata pertama yang termuat di tulisan kita. Mampu menarik atensi ataukah justru ditinggalkan begitu saja.
Menulis yang efektif pun membutuhkan 3 taktik khusus seperti yang diungkapkan Vivi Adeliana dalam sesiEffective Writing Leadership Development Batch 3. Yang pertama adalah menggunakan taktik piramida terbalik, disusul dengan menggunakan anekdot, dan juga pertanyaan. Ketiga taktik ini dapat Beswan Djarum temukan dalam kehidupan sehari-hari yakni pada penulisan berita hingga tayangan infotainment di televisi.
Beswan Djarum pun belajar bahwa tak semua orang suka membaca tulisan. Ada pribadi yang memang lebih nyaman membaca tulisan berdasarkan judul yang diangkat ataupun melihat konten yang dimuat. Itu sebabnya judul pun menjadi hal yang riskan dan kadang dilupakan kita ketika menulis. Sayang sekali kan jika judul yang dibuat ternyata tak sejalan dengan isi pesan didalamnya.
"Leadership Development ini memberi banyak sekali ilmu ya. Di sesi menulis ini pun kita belajar teknik yang belum pernah diketahui sebelumnya. Bagaimana seharusnya kalimat yang dipakai tidak berputar-putar atau terlalu panjang. Bagaimana menarik perhatian orang dengan tulisan", ungkap Rachmat Fadilah dari Universitas Islam Bandung.
Para Beswan Djarum juga tidak canggung lagi untuk mengemukakan ide meski menulis yang baik tentu memerlukan proses dan latihan yang terus menerus. Seperti halnya tujuan menulis yakni membuat kita abadi dan mencakup khalayak ramai, kini saatnya membuktikan kemampuan diri. Get people to remember your vision and keep writing!