Hari pertama kegiatan soft skill Character Building diisi dengan kunjungan ke salah satu tempat pelestarian kebudayaan Jawa Barat, Saung Angklung Udjo. Para Beswan Djarum telah antusias untuk menanti pertunjukan bambu yang dilakukan oleh anak-anak didik Saung Angklung Udjo. Acara dibuka dengan presentasi terkait awal mula terbentuknya Saung, filosofi makna dalam Angklung, hingga berbagai macam inovasi yang dibuat Saung Angklung Udjo dalam usahanya mempromosikan dan melestarikan kekayaan dunia yang telah diakui oleh UNESCO ini. Setelah demonstrasi Wayang Kulit, Helaran dan Tari Topeng, tiba-tiba lagu dangdut menggema di Saung Angklung Udjo. Iringan musik dangdut yang membaur indah dengan suara khas instrumen-instrumen mambu mengajak para Beswan Djarum untuk turun dan berjoget bersama. Dipandu Teteh Lia dari Saung Angklung Udjo, para Beswan Djarum secara kompak menari “Oplosan” dengan riang gembira. Kini Angklung bukanlah sesuatu yang dianggap kuno ataupun tidak bernilai. Dengan andil dan juga kreativitas anak bangsa, instrumen bambu menjelma menjadi karya-karya yang layak untuk diperdengarkan serta dipertontonkan pada dunia. Peran kita tak hanya sebagai penikmat namun juga belajar untuk menjadi pelaku budaya.