Memasuki saat terakhir presentasi LKT Beswan Djarum Regional Jakarta, peserta yang tampil adalah Suci Maulida dari Universitas Jambi, yang disusul oleh Hasna Wihdatun mahasiswi Paramadina. Mereka terlihat sangat rileks ketika maju presentasi didepan dewan juri.
Suci Maulida mengangkat judul berdasarkan realita yang dilihatnya di kampung halamannya, Jambi, yakni Pemanfaatan Limbah Kulit Udang Galah Sungai Batang Hari Sebagai bahan Pembuatan Kitosan dan Aplikasinya dalam Pembuatan Sosis di Kota Jambi. Konten paper Suci menjelaskan tentang kelebihan-kelebihan dari kitosan yang berbahan kulit udang galah sebagai pengawet sosis, diantaranya adalah sifatnya yang sehat dengan tidak mengandung bahan kimia, aman, dan juga rasanya yang enak.
Suci menambahkan, limbah kulit udang galah yang digunakan dalam kitosan sebagai pengawet sosis ini dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup para penduduk di sekitar sungai Batang Hari, Jambi yang terkenal menggantungkan hidup dari udang galah. Namun sayangnya, dalam slide presentasi, Suci tidakl menampilkan gambar atau dokumentasi tentang keadaan di bantaran sungai Batang hari tersebut.
Disisi lain nama Hasna Wihdatun, mahasiswi Paramadina merupakan peserta terakhir dalam ajang LKT Beswan Djarum Regional Jakarta 2011 ini. Ia mengangkat judul "Menegakkan Demokrasi Pendidikan" Penerapan Strategi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai Solusi Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia'. Dalam presentasinya, Hasna lebih bisa menguasai ambience sehingga selingan canda dan tawa sering kali terdengar dari beberapa ucapannya ketika berada di depan. Hasna mengedepankan pendapatnya tentang kesalahan sistem yang ada pada lembaga pendidikan di Indonesia.
Lebih lanjut Hasna berpendapat bahwa MBS ini bisa menjadi solusi dari kesalahan sistem pendidikan di Indonesia selama ini. Ia juga menambahkan kalau karya tulisnya ini bisa disebut rangkuman dari ke sembilan karya tulis milik rekan-rekan kuliahnya.
Presentasi karya tulis Suci Maulida dan Hasna Wihdatun mereka menjadi menutup rangkaian acara LKT Beswan Djarum Regional Jakarta, kemarin.[Dimas/Nus/Redaksi]