Luar biasa !!!, mungkin kata ini yang mewakili pagelaran Nation Building bertema Indonesia Digdaya Selasa kemarin. Tepuk tangan riuh dari para undangan dan semua Beswan Djarum dipenghujung acara menjadi bukti betapa spektakulernya pagelaran yang disutradarai sutradara ternama Mirwan Suwarso dan ilustrasi musik oleh orcestra pimpinan Wong Aksan ini. Malam itu mungkin menjadi malam yang tak terlupakan bagi seluruh Beswan Djarum tahun ajaran 2011 / 2012 karena mereka telah bermain apik di Live Multimedia show bernama Indonesia Digdaya. Diawali sebuah kisah ada Negeri antah berantah yang dipimpin oleh seorang Kepala Negara bernama Yudhistira yang sedang membacakan pidato didepan Parlemen mempertanggungjawabkan keputusannya untuk tidak memutuskan perang terhadap rakyat kota Jogjakarta dan Gejamera. Dalam adegan ini, Beswan Djarum berperan sebagai peserta sidang dan mereka juga mengiringi adegan ini dengan tarian kecak apik dan tidak tampak ketegangan diwajah mereka ketika melakukan adegan ini. Selanjutnya adegan pun beralih ke pemilu istimewa.Dalam adegan ini terjadi persaingan antara partai pandawa yang mengusung prinsip keadilan dan kejujuran harus berhadapan dengan partai Kurawa yang mengusung politik uang. Beswan Djarum pun mengiringi adegan ini dengan dua tarian yakni tari Jawa dan juga tari Papua, mereka meliuk-liukan badan di antara dua tokoh yang memerankan Rama Chandra yakni Restu Sinaga dan juga Tio Pakusadewo yang memerankan Dursasana. Adegan demi adegan berlangsung dengan mulus tanpa celah sedikit pun, Beswan Djarum terlihat sudah menghayati perannya masing-masing, seperti pada adegan saat kepala negara Rama berada dihutan, mereka dengan lincah malakukan tarian kera dengan berlari kesana kemari seperti tidak mengenal lelah. Selain tarian kera, nampak dilatar belakang sebagian beswan djarum lainnya melakukan tari pohon lengkap dengan nuansa hijaunya sebuah hutan. Adegan klimaks dari pagelaran ini ketika kepala negara Rama meluncurkan rudal yang dengan sukses menghancurkan gedung beserta Dursasana dan Duryadhana. Dalam adegan ini penonton dibuat takjub dengan keluarnya kembang api ditengah-tengah panggung dan membuat ruangan Merbabu di PRPP Semarang bergemuruh oleh tepuk tangan penonton yang menyaksikan acara ini. Pada akhir pagelaran, seluruh Beswan yang terlibat dalam acara ini naik keatas panggung dan menari-nari penuh kebanggaan karena perjuangan mereka latihan selama tiga hari berturut-turut membuahkan hasil yang maksimal dengan suksesnya pagelaran Indonesia Digdaya ini. "Wah puas banget malem ini, pegel-pegel selama tiga hari rasanya hilang menyaksikan hebatnya acara ini" Ungkap Erwin Beswan Djarum Pontianak.(Tauhid / Redaksi).