Jejak Rekam Medis Ardik dan Kelinci Percobaan Josephine

Sabtu, 6 Oktober 2012 | Oleh
Share :

Writing Competition akhirnya singgah di Kota Semarang (24/9). Sepuluh Beswan Djarum terpilih dengan tema tulisan terbaik bersaing untuk mempresentasikan ide orisinal mereka. Tiga juri pada final regional kali ini adalah Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. (Universitas Gadjah Mada/UGM), dr. Onny Setiani, Ph.D. (Universitas Diponegoro/Undip), serta Abdi Ekopriyono (Harian Suara Merdeka).

Mendekati saat-saat presentasi, para Beswan Djarum terlihat sangat tegang. Beberapa dari mereka silih berganti ke kamar mandi. Ketegangan suasana pun memuncak ketika juri mengundi nama-nama Beswan Djarum untuk menentukan giliran presentasi. Hafiz Budi Firmansyah (UGM) mendapat giliran pertama. Peserta dan penonton bertepuk riuh rendah memberikan dukungan ketika mahasiswa Ilmu Komputer dan Elektronika ini berjalan menuju depan ruang.

Dengan percaya diri, Hafiz mempresentasikan karya tulisnya yang terfokus pada pemanfaatan media internet dalam rekam medis. Menurut penjelasan Hafiz, karya ini terinspirasi sang ayah yang berprofesi sebagai dokter. "Awalnya obrolan kecil saat di meja makan. Papa kesulitan kalo harus mendiagnosis begitu banyak pasien. Waktu itu, aku dikasih tantangan, bisa gak buat aplikasi untuk jejak rekam medis berbasis internet?" 

Lain halnya dengan Josephine Rahma Gunawan, Beswan Djarum dari Jurusan Teknik Pertanian Undip. Untuk menyelesaikan karya yang membahas makanan sehat untuk menekan angka obesitas, dia menjadikan adik-adiknya sebagai "kelinci percobaan". "Untung adik-adikmu tidak keracunan," komentar Abdi Ekopriyono yang disambut gelak tawa para penonton. Meski demikian, Josephine tetap yakin bahwa karya ilmiahnya bisa bermanfaat dan mampu diterapkan di masyarakat umum.

Share :