Partisipasi Djarum dalam membantu mengembangkan dunia pendidikan dari segi informal merupakan langkah baik yang dinilai dapat menambah nilai ekstra pengetahuan bagi mahasiswa diluar sisi akademis. Pelatihan Dare To Be A Leader and Debate mengundang perhatian dari salah seorang perwakilan dari Jurnalis, Direktur Tribun Jabar, di kota Bandung, Pitoyo. Beliau datang pada hari terakhir (2/3) dan terlibat dalam salah satu tim juri yang juga merupakan acara pamungkas DTL yakni debate. Jika dipandang dari segi akademis Beswan Djarum memang sudah cukup memadai, namun Djarum lebih menggali potensi Beswan Djarum dari sisi yang lain. Materi softskill yang diberikan oleh Djarum melalui Dare To Be A Leader and Debate untuk para Beswan Djarum merupakan sebuah kelebihan yang tidak diperoleh seorang mahasiswa dari kampus. Kelebihan tersebut berupa public speaking, rasa percaya diri dan bagaimana cara menyampaikan gagasan dengan cara yang benar. "Djarum membantu mahasiswa tidak hanya untuk menunjang segi akademis saja, tetapi juga mengembangkan mahasiswa untuk pintar bersosialisasi dan pintar berkomunikasi. Selain itu yang terpenting juga dari pada ketiga hal tersebut, adik-adik mahasiswa Beswan Djarum diberikan bekal untuk bersikap, dimana kita tahu dalam dunia nyata ataupun kerja kita tidak selalu berada dalam posisi yang mengenakan, tetapi pandai mengendalikan sikap dalam mempertahankan pendapat dengan cara yang tepat", ujar Pitoyo diakhir acara DTL (2/3). Cara seperti ini dianggap cukup unik karena Djarum mampu melihat sebuah angle berbeda dalam menampilkan pendidikan ekstra seperti layaknya ekstrakulikuler yang diselenggarakan dalam setiap kampus. "Menurut saya cara seperti ini dapat dibilang efektif, karena pada kenyataannya mahasiswa sekarang lebih mengutamakan kelulusan ketimbang bersosialisasi dan berorganisasi di kampus, tidak seperti mahasiswa pada jaman saya berkuliah dulu", tutup Pitoyo.[nus]