Kantong Air Inspirasi Pengungsi Tsunami

Jumat, 2 November 2012 | Oleh
Share :
Tsunami Aceh Desember 2006 menjadi momen paling dikenang oleh Heri Primadona. Beswan Djarum Universitas Syah Kuala ini menjadi salah satu dari sekian banyak korban dahsyatnya tsunami Aceh. Saat itu, Heri merasakan benar kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan yang diharapkan baru bisa datang setelah beberapa hari. Selama dalam masa penantian itu, dia dan para korban yang lain harus bertahan dengan kondisi seadanya. Berdasar pengalaman tersebut, Heri menyajikan karya tulis berjudul "Kantong Penyaringan Air Siap Minum sebagai Solusi Kelangkaan Air Bersih Pasca Tanggap Darurat." Dalam presentasinya, Heri menjelaskan selama ini pemerintah menanggulangi masalah kekurangan air pasca-bencana dengan pengadaan mobil bersih yang dilengkapi dengan mesin pengolahan air kotor menjadi bersih. Sayangnya, cara ini kurang efisien karena terkendala masalah jalur transportasi. Akibatnya, bantuan yang diberikan menjadi lambat. Untuk mengatasi masalah itu, Heri coba memberikan solusi dengan kantong penyaring air berbasis membran khitosan. Pembuatan kantong ini memanfaatkan limbah kulit udang dan minyak jarak sebagai membran penyaring air. Dengan cara itu, dihasilkan kantong air yang bisa membantu kebutuhan air korban bencana alam, sekaligus memanfaatkan limbah kulit udang. Sementara untuk kantongnya, Heri menggunakan bahan Termoplastik Poliurethan (TPU) yang sudah terbukti kekuatannya. TPU digunakan militer Amerika Serikat dan NASA sebagai bahan kantong air minum mereka. Untuk presentasinya, Heri membuat alat peraga berupa kantong air hasil gagasannya tersebut. "Saya membuat kantong air ini dari plastik yang biasa dipakai fotocopy, kemudian tutupnya dari tutup botol kemasan teh dan ini dibuat beberapa hari sebelum berangkat ke Final Nasional Writing Competition di sebuah kafe dengan bantuan tema-teman Beswan Djarum lainnya," terang mahasiswa Jurusan Kimia ini. Karya tulis Heri mendapat sambutan positif dari keempat dewan juri. Ir. Santhi H. Serad, Msc. mengatakan ide Heri sangat bagus. "Cuma perlu dilakukan pengujian lebih lanjut untuk meyakinkan masyarakat bahwa air yang dihasilkan benar-benar aman untuk dikonsumsi."
Share :