Sebelum Character Building berakhir, para Beswan Djarum diberikan evaluasi yang mendalam mengenai kegiatan yang sudah mereka lakukan selama 3 hari di Zone 235 Cikole. Evaluasi tersebut dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, evaluasi disampaikan oleh Bapak Rony Aprilianto selaku Operational Director Zone 235. Beliau menekankan kepada Beswan Djarum bahwa setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Zone 235, para Beswan Djarum haruslah menjadi seseorang yang memiliki karakter kuat, tidak mudah menyerah dan berani dalam bertindak.
Pria yang dipanggil akrab Bapak Rony tersebut menyampaikan evaluasi dengan menggunakan cuplikan-cuplikan klip video yang berisi motivasi. Beliau memainkan satu klip video mengenai Jessica, seorang gadis yang terlahir tanpa kedua tangan. Cuplikan ini menunjukkan bahwa Jessica tak mudah menyerah dalam menjalani hidupnya. Seorang Jessica yang memiliki keterbatasan, ternyata sangatlah mahir mengemudikan pesawat layaknya pilot profesional. Hal ini cukup menyentuh para Beswan Djarum yang mengikuti sesi evaluasi tersebut.
Pada sesi kedua, para Beswan Djarum juga memiliki kesempatan untuk mendengarkan evaluasi dengan sudut pandang yang berbeda dari arahan Haryo Ardito selaku motivator pada malam itu. Beliau memberikan motivasi mengenai keseharian mereka selama Character Building Batch 1. Uniknya, beliau menggunakan tampilan hasil foto-foto aktivitas Beswan Djarum selama Character Building berlangsung yang diambil tanpa sepengetahuan peserta. Terlihatlah wajah-wajah ekspresif mereka saat melakukan berbagai kegiatan selama acara ini berlangsung. Pak Haryo meminta anak-anak untuk memberikan testimoni beberapa perubahan yang telah mereka capai selama mengikuti soft skill Character Building ini.
Beliau menyimpulkan bahwa selama pelatihan berlangsung, para Beswan Djarum haruslah peka dengan satu kata kunci yaitu CHANGE. Dari testimoni para Beswan Djarum tersebut tersurat banyak perubahan secara signifikan yang mereka alami, mulai dari hal-hal kecil seperti bagaimana mereka dapat menaklukan segala ketakutan yang mereka alami hingga membangkitkan kepercayaan diri para Beswan Djarum yang sebelumnya sering merasa rendah diri. Pak Haryo menyebut Character Building ini sebagai great moment, karena disinilah kesempatan mereka untuk dapat mengenal lebih jauh kelemahan dan kelebihan dari karakter mereka masing-masing. Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik tolak perubahan karakter setiap Beswan Djarum dalam menemukan jati diri ke arah yang lebih baik. (Kasmir/Redaksi)