Karena Beswan Djarum adalah Satu

Minggu, 18 November 2012 | Oleh
Share :

Berbaur, akrab, dan saling menghargai. Itulah yang dirasakan Beswan Djarum angkatan 28 yang mengikuti kegiatan Nation Building di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan, Semarang. Keakraban terlihat sejak hari pertama mereka mengikuti rangkaian kegiatan di acara yang kali ini berjudul "Mutiara Timur Indonesia". Bersalaman dan saling mengenal menjadi pemandangan kerap terlihat. Muhammad Syarief Arbi, Beswan Djarum asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengungkapkan sangat senang bisa berkenalan dengan teman-teman Beswan Djarum dari berbagai daerah di Indonesia. "Dari awal masuk kamar hotel, saya sudah sekamar dengan dua teman Beswan Djarum yang daerahnya berbeda dengan saya. Ada yang dari Palembang dan Pekalongan. Namun, saat berkenalan, ternyata mereka sangat welcome dan menyambut baik kehadiran saya," ungkap pria yang hobi main musik ini. Keakraban serupa juga dirasakan Vixky Tanudjaja, Beswan Djarum dari Universitas Sumatra Utara. Beswan Djarum yang hobi makan ini bercerita, sejak kedatangannya di Semarang, dia berkenalan dengan teman-teman dari daerah lain di Indonesia. Suasana akrab dan saling menghargai begitu terasa begitu dia bersama Beswan Djarum lainnya mengikuti kelas menari. "Wah, senang banget bisa menambah teman baru di kegiatan Nation Building ini. Kita seperti mempunyai keluarga baru yang berada di seluruh Indonesia dan itu sangat membahagiakan," ungkap dara yang saat ini tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Administrasi Bisnis. Sementara, Regina Oknanip Wambit Wonong Beswan Djarum dari Universitas Musamus, Papua, mengungkapkan rasa bangganya pada acara ini. "Saya senang dengan suasana di sini yang penuh kekeluargaan. Mulai dari datang ke hotel, saya sudah berkenalan dengan teman Beswan Djarum dari daerah lain. Rasa persatuan sangat terasa di sini dan saya senang menjadi bagian dari keluarga Beswan Djarum dari seluruh Indonesia," ungkap mahasiswi yang memiliki hobi menari. Nation Building tahun ini memang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, Beswan Djarum dari berbagai kota di Indonesia membaur menjadi satu tanpa membawa latar belakang asal daerah mereka. "Tahun ini saya dengar sudah tidak ada yel-yel dan kita di kamar juga digabung dengan Beswan Djarum dari berbagai daerah. Saya sangat menyambut baik konsep ini karena kita bisa lebih membaur dengan teman-teman lainnya," komentar Zerlin Azalia Sanjaya, Beswan Djarum dari Institut Teknologi Bandung.

Share :