Kegagalan itu Cermin Terbaik

Rabu, 31 Juli 2013 | Oleh
Share :

Kegagalan itu Cermin Terbaik Ada hikmah pada setiap kejadian, termasuk kegagalan. Ungkapan ini berlaku pula bagi para peserta yang gagal lolos tes tertulis Seleksi Beswan Djarum 2013 di Semarang. Salah satu peserta dari jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro, Galih Gugus, menyikapi kegagalannya dengan bijak. Ia memetik pelajaran dari kegagalannya untuk lolos dari tes tertulis Seleksi Beswan Djarum. “Saya belajar untuk lebih mempersiapkan diri. Terutama di bagian tes psikologi. Ternyata soalnya susah,” ujar Galih yang mengaku kurang mempersiapkan diri. Pelajaran lain yang diperoleh adalah menghargai yang berhasil lolos. Galih merasa kalau yang lolos ke tahap selanjutnya adalah mereka yang lebih pantas dari dirinya. “Yang jelas saya ikhlas. Saya jadi bisa evaluasi diri sendiri agar bisa sukses di masa depan,” ungkap Galih. Hal yang sama terjadi pada Narendra Hanung, peserta dari jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Ia belajar tentang pentingnya konsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. Karena kurang konsentrasi, ia menulis jawaban di lembar soal. Sedangkan untuk memindahkan jawaban tersebut ke lembar yang disediakan butuh waktu. Padahal batas waktu tes tertulis hampir selesai. Narendra beralasan kalau dirinya ingin cepat menyelesaikan soal tes tertulis. Sebab ia tahu kalau waktu yang diberikan tak banyak. Hasilnya ia malah tak mendengarkan instruksi dari para pembimbing tes tertulis. “Saya sudah bisa menerima kalau belum pantas jadi Beswan. Selamat untuk yang lolos,” imbuhnya. Hal ini membawa hikmah tersendiri bagi mereka. Setidaknya bahwa kegagalan laksana cermin terbaik untuk beranjak memperbaiki diri.

Share :