Keindonesiaan di Merbabu Grand Ballroom

Rabu, 21 November 2012 | Oleh
Share :

Jam menunjukkan pukul 19.30 WIB. Para tamu undangan sudah memenuhi Merbabu Grand Ballrom, Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Semarang. Tak lama, semua orang yang ada di dalam ruang diminta berdiri untuk menyanyikan "Indonesia Raya". Lagu kebangsaan pun membahana memenuhi penjuru ruang.

Malam itu, Selasa, 20 November 2012, ada hajatan besar. Nation Building Djarum Beasiswa Plus mencapai acara puncak, Malam Dharma Puruhita yang kali ini mengangkat tema "Mutiara Timur Indonesia" di bawah arahan Denny Malik.

Lima ratus empat Beswan Djarum tampil menunjukkan kemampuan mereka, hasil empat hari menjalani latihan. Beswan Djarum angkatan 28 membuktikan mereka tidak hanya pandai di bidang akademis, tapi juga memiliki kemampuan seni.

Dalam kisah ini, diceritakan seorang mahasiswa yang baru menyelesaikan kuliah. Bagas namanya. Setelah lulus, Bagas bingung dengan pilihan yang harus dibuat: berkarier di pusat kota atau mengabdi ke daerah pelosok. Bagas pun memilih mengabdikan dirinya ke Papua.

Tiba di Papua, Bagas bertemu dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Kalimantan, Sulawesi, Aceh, dan tentunya Papua. Bersama, kelima sahabat ini pun memulai perjalanan mereka untuk memajukan Papua.

Hanya saja, mereka mengalami ketakutan ketika berhadapan dengan suku asli Papua. Sosok yang menyeramkan terbayang di kepala mereka ketika memikirkan suku asli Papua yang hidup di tengah hutan. Pikiran mereka ternyata salah. Bertemu dengan penduduk asli Papua, kelima sahabat ini diterima dengan baik. Masyarakat Papua menyambut mereka.

Drama musikal yang berdurasi sekitar dua jam ini menampilkan beberapa nama tenar sebagai pemain: Daniel Christianto, Kamga "Tangga", dan Chevrina "Tangga".

{pic5:right}Walaupun hampir sepanjang cerita berlokasi di Papua, "Mutiara Timur Indonesia" tidak hanya menyajikan keragaman budaya dari pulau paling timur di Indonesia. Tari dan lagu dari Sabang sampai Merauke pun disajikan dalam drama musikal ini.

Salah satu hal spesial dalam drama musikal ini adalah penggabungan acara formal ke dalam drama musikal. Rangkaian seperti sambutan dan pemberian hadiah dijadikan bagian dari pertunjukkan.

Di akhir pementasan, sebagian penari membagikan bendera merah putih kepada penonton. Pemain, paduan suara, dan penonton pun menyanyikan "Bagimu Negri" diiringi kibaran bendera. Malam itu, Indonesia terangkum di dalam Merbabu Grand Ballroom, PRPP, Semarang.

Share :