Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Keberadaan tumbuhan inilah yang membawa Beswan Djarum Malang mencari alternatif solusi bagi masyarakat waduk Selorejo agar eceng gondok yang selama ini merugikan masyarakat jutru dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan memiliki nilai jual tinggi.
Mengangkat tema pemberdayaan masyarakat desa dalam kreasi dan produksi eceng gondok, para Beswan Djarum Malang turut menggandeng para pakar di industri kerajinan untuk memberikan pelatihan dan pengarahan kepada ibu-ibu PKK desa kaumrejo dalam mengkreasikan eceng gondok. Sasaran dari Community Empowerment ini adalah warga kaumrejo serta Beswan Djarum Malang sendiri. Beswan Djarum Malang memberikan pendampingan, pelatihan, proses pengontrolan produksi, serta pemasaran hasil produksi eceng gondok disana. Sayang sekali jika bahan baku yang melimpah ini tidak diolah dengan baik.
Untuk proses pemasaran kerajinan eceng gondok sendiri, Beswan Djarum Malang bekerjasama dengan outlet-outlet kerajinan yang ada di kota Malang serta memasarkan hasil kerajinan cantik ini melalui media promo seperti website, blog, dan social media lainnya. "Semoga keberadaan produksi kerajinan eceng gondok ini mampu memberi manfaat, kontribusi serta pemasukan bagi masyarakat kami. Semua ini tidak terlepas dari pemikiran adik-adik di Beswan Djarum Malang." Terang Bapak Basudi, Kepala Desa Kaumrejo - Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Tak hanya itu, Beswan Djarum Malang juga akan terus melakukan inovasi demi terwujudnya industri eceng gondok yang maju. "Harapan kami ke depan adalah masyarakat Kaumrejo dapat melanjutkan program ini sebaik mungkin, melakukan produksi dalam jumlah besar dan proses pemasaran yang makin berkembang sehingga Kaumrejo dapat dijadikan sebagai sentral produksi kerajinan eceng gondok." ujar Peter Martinus, Beswan Djarum Universitas Merdeka Malang selaku Ketua Pelaksana program ini.