Kesadaran Masyarakat Turut Ciptakan 1000 Lubang Biopori

Rabu, 23 Oktober 2013 | Oleh
Share :

Permasalahan terkait kurangnya pengetahuan akan cara pengolahan limbah dan fasilitas pendukung di daerah Kampung Cikoneng III, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi menjadi penghambat utama Kelompok Tani Mekar Harapan untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. Kehadiran tanah merah yang memiliki unsur hara dengan kekurangan diantaranya sulit menyerap air pun menjadi menyulitkan tumbuhnya tanaman. Beswan Djarum distrik Bandung pun tertarik untuk memecahkan permasalahan ini dengan membuat lubang biopori sebanyak 300 lubang sebagai percontohan dengan luas tanah kurang lebih 1 hektar. Membuka peluang baru bagi Kelompok Tani dalam Community Empowerment.

Tujuan dari Community Empowerment ini adalah untuk memudahkan petani dalam pembuatan pupuk organik (Kompos) dari limbah sampah, meningkatkan jumlah produksi tanaman serta daya resap air pada tanah, dan sebagai media konservasi lahan tanaman disana. Tak disangka, target yang ditetapkan Beswan Djarum sebanyak 300 lubang biopori di desa ini justru meningkat menjadi 1000 lubang biopori. Para warga turut berinisiatif membuat lubang biopori di masing-masing rumah untuk membuat kompos dan reservasi air sehingga tak hanya area perkebunan saja yang memiliki lubang biopori. Manfaat jangka pendek pun mulai terasa hasilnya. Dahulu ketika hujan, daerah di bawah selalu terlanda banjir, namun setelah pembuatan lubang biopori, banjir tersebut tidak terjadi lagi.

  “Manfaat jangka panjang yang kami harapkan dari program ini adalah pengurangan penggunaan pupuk kimia, diganti dengan pupuk organik yang memperbaiki kualitas tanah dari bawah. Manfaat ini akan terasa dalam 1 atau 2 tahun lagi di saat musim tani mendatang di mana kesuburan tanah akan meningkat kualitasnya.” Ungkap Hilmi Mutashim selaku Ketua Pelaksana.   “Sejak tahun 1989 Kelompok Tani Mekar Harapan menjalankan program-program pemerintah terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Selama ini kami mendapat bantuan mesin pengeringan jagung, mesin pipil jagung, chopper dan baru-baru ini kami mendapat bantuan alat pengebor tanah untuk membuat lubang biopori dari Djarum Foundation. Lubang biopori ini terasa manfaatnya bagi kami para petani, karena selain mencegah erosi, juga dapat mengatur kesuburan tanah dan menyimpan air secara maksimal.” Ujar Dodo Miharja, Ketua Tani Mekar Harapan, Desa Cibiru Wetan. Dengan penerapan ilmu yang telah Beswan Djarum berikan ini semoga dapat menjadi media percontohan untuk wilayah desa cikoneng dan desa-desa lainnya. Memberdayakan kemampuan masyarakat untuk aksi kontinuitas yang berdampak positif.

Share :