Ketika Karpet Jadi Tantangan

Jumat, 16 Januari 2015 | Oleh Admin
Ketika Karpet Jadi Tantangan
Share :

Area Folding Carpet begitu ramai dengan suara komando dari tiap-tiap anggota regu yang bermain. Mereka mendapatkan tugas untuk membolak-balikkan karpet segi empat dengan seluruh anggota regu berada di atasnya. Dilarang pula untuk menyentuh tanah dan berbuat curang.

Strategi dan pola komunikasi yang baik mampu menghantarkan tiap regu memperoleh pita merah sebanyak-banyaknya di permainan ini. Ada yang beranggapan permainan ini mudah namun ada pula yang merasakan kesulitan dalam menyatukan pendapat banyak kepala. 

Yoshua Posma Tambunan dari Institut Teknologi Bandung juga merasakan bahwa komunikasilah yang menjadi penentu keberhasilan regu. "Kami berhasil membolak-balikkan karpet dengan segala cara. Belajar untuk bekerjasama, sabar, dan ulet dalam menghadapi suatu masalah. Pengaplikasian permainan ini dalam kehidupan sehari-hari menurut saya adalah tentang pentingnya mengkomunikasikan suatu hal pada regu kita. Dalam dunia kerja juga misalnya, tidak mungkin juga apabila kita tidak bersinergi untuk mencapai tujuan kan."

Para instruktur dari Zone 235 pun meyakini bahwa Folding Carpet memberi pemahaman bagi Beswan Djarum untuk mengkoreksi sikap. Beswan Djarum diajak untuk tak hanya mementingkan kepentingan pribadinya namun juga kepentingan orang lain dalam beraktivitas. Berlaku jujur pada setiap kondisi.

Alangkah lebih baik jika kita semua mampu belajar menyatukan pendapat untuk selesaikan setiap tantangan yang ada di depan mata. Belajar untuk memimpin diri dan orang lain. Ingin mencoba permainan Folding Carpet dengan teman-temanmu juga? 

 
Share :