Komentar Para Juri, Semangat Bagi Para Peserta

Rabu, 18 September 2013 | Oleh
Share :

Kritik dapat membangun tapi bisa juga menjatuhkan, tergantung cara meyikapinya. Bagi para finalis Writing Competition 2013 di Jakarta, komentar para juri merupakan masukan berarti, baik yang lolos ke tingkat nasional maupun yang tidak. Para juri yang terdiri dari Dr. Ir. Eka Intan Kumala Putri Msi (IPB), Raymond Kaya, executive producer SCTV, dan Wijayanto Samirin, MPP (Universitas Paramadina) memang terus bertanya mengenai materi yang dibawakan oleh para finalis. Selama masih ada waktu, pertanyaan akan terus mengalir.

Hal ini sempat jadi momok bagi para finalis. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para juri. “Pertanyaan paling jleb itu dari Ibu Eka. Selalu ada hal yang ditanya olehnya dan semuanya kena tepat sasaran. Sampai hal kecil pun ditanya,” ucap Rezky Kurnia Wijaya, Beswan asal Universitas Lampung. Stephanie Angka, Beswan Djarum asal IPB juga beranggapan serupa. Menurutnya, pertanyaan juri yang paling menancap berasal dari Eka Intan Kumala Putri, yang berasal IPB juga. Hezliana Syahwati, Beswan Djarum asal Universitas Tanjungpura punya pendapat berbeda. Baginya, Raymond Kaya merupakan juri yang memberi pertanyaan paling sulit dijawab. Namun para finalis tak berkecil hati atau minder. Komentar para juri malah menjadi cambuk semangat bagi para finalis. Bagi Hezliana, komentar dari Raymond Kaya justru membangun dirinya. Ia akan memperbaiki materi berdasarkan komentar dari Raymond Kaya.

“Walau banyak komentar yang pedas tapi semuanya bersifat membangun. Komentar tersebut juga memberi masukan pada materi kita agar siap di tingkat nasional,” kata Yayang Rusdiana, salah satu pemenang Writing Competition Jakarta asal Universitas Lampung.

Share :