Obat patah hati belum ada yang beredar di pasaran, dan sangat banyak insan manusia yang pernah atau bahkan sedang mengalami patah hati. Mungkin inilah yang menjadi dasar pemikiran Kelompok 5 untuk menciptakan TV & Drama Patah Hati sebagai proyek mereka dalam workshop RTC Palembang.
Selain mampu mengundang gelak tawa dewan juri dan seluruh peserta, presentasi proyek kelompok 5 ini juga dinilai sangat kreatif. Dalam presentasinya diceritakan mereka menciptakan sebuah inovasi alat anti patah hati untuk mengobati teman mereka yang sedang patah hati. "Kami mendapatkan tema panas lalu kami semua berunding kira-kira apa yang akan kita buat dari tema ini. Akhirnya kami sepakat untuk membuat drama dalam sebuah tv dan menciptakan sebuah alat anti patah hati karena biasanya orang yang patah hati dalam hatinya sedang panas," ungkap salah satu anggota kelompok 5, Hervin dari Universitas Sriwijaya.
Mereka pun tidak menyangka kalau karya mereka tersebut dapat memenangkan lomba workshop ini. "Wah luar biasa banget kami bisa keluar menjadi juara pertama, karena kami melihat kelompok lain juga tak kalah bagusnya, apalagi kelompok empat yang terlihat sangat meyakinkan saat presentasi," ungkap ketua kelompok 5, Icha dari Universitas Sriwijaya.
Menurut Ari Untung yang menjadi dewan juri, Karya kelompok 5 sangat menarik dan ketika presentasi dipanggung penampilan mereka cukup menghibur dengan kelucuan-kelucuan dari drama yang dimainkan. "Saya dan Pak Haryo pun sepakat untuk memilih kelompok ini menjadi yang terbaik dalam lomba workshop kali ini," pungkasnya. (Tauhid/Redaksi)