Lomba Karya Tulis Beswan Djarum 2009 akan memasuki puncak perhelatan pada 15-16 Oktober 2009. Lomba Karya Tulis Beswan Djarum akan mendapatkan 3 karya terbaik dari 12 Karya Tulis yang berhasil masuk ke tingkat nasional dalam Lomba Karya Tulis-Beswan Djarum. Momentum ini akan menjadi ajang pembuktian bagi 12 penerima beasiswa Djarum (disingkat Beswan Djarum) dalam memberikan gagasan orisinal dan inovatif dalam tema besar “Masa Depan Ke-Indonesia-an”
Lomba Karya Tulis Beswan Djarum (LKT-BD) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan Djarum Bakti Pendidikan sejak tahun 2006, dalam mengasah kemampuan kualitas berpikir kreatif dan inovatif kepada lebih dari ratusan penerima beasiswa Djarum di setiap tahun ajaran. Pada Tahun Ajaran 2008/2009 ini Djarum Bakti Pendidikan telah menerima 441 Beswan Djarum dari seluruh Indonesia. Beswan Djarum telah mendapatkan program pelatihan softskills selama 1 tahun seperti pengembangan karakter, kepemimpinan, motivasi, outbound, seminar/lokakarya, keahlian praktis maupun kewirausahaan. Lomba Karya Tulis Beswan Djarum merupakan program akhir tahun bagi para Beswan Djarum 2008/2009. Lomba Karya Tulis Beswan Djarum Tingkat Nasional merupakan puncak pemilihan tiga pemenang utama karya tulis Beswan Djarum yang telah lolos seleksi menjadi 12 finalis di Tingkat Regional dari empat wilayah: Djarum Regional Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Para finalis ini berhasil menyisihkan 192 peserta lain. “Djarum percaya, pendidikan yang baik adalah bekal dalam mewujudkan bangsa yang kokoh, sejahtera dan bermartabat. Oleh sebab itu kami konsisten menjalankan program Beswan Djarum dan Lomba Karya Tulis sebagai kepedulian dan kesungguhan dalam bidang pendidikan untuk berperan mencerdaskan bangsa dan mewujudkan generasi muda Indonesia yang kreatif, orisinal dan inovatif”, ujar Suwarno M. Serad, Public Affairs Director PT. Djarum. Acara Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional tahun ini, Djarum menggandeng dewan juri yang ternama yang dengan kredibilitas dan keahliannya akan memilih tiga pemenang terbaik, yaitu: Anies R. Baswedan, Phd (Rektor Universitas Paramadina), Prof. DR. Bambang Hidayat (Institut Teknologi Bandung), dan praktisi media yaitu Ahmad Djauhar (Pemimpin Redaksi harian Bisnis Indonesia). Pada tahun ini, penilaian Lomba Karya Tulis menambah elemen ‘kesesuaian isi tulisan dengan tema’ di kategori penilaian mutu karya tulis dan penilaian presentasi. “Dengan adanya penambahan elemen ini diharapkan para Beswan Djarum dapat menulis karya tulisnya yang lebih tajam dan mendalam”, kata Prof. DR. Bambang Hidayat, selaku Ketua Dewan Juri LKT-BD. Bambang menambahkan bahwa pada tahun ini, karya tulis yang ditulis oleh 12 finalis Beswan Djarum ini termasuk kreatif, bermutu dan orisinal. Bahkan beberapa finalis mampu melihat potensi yang ada di lingkungan, yang mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan manusia. Semoga tulisan karya tulisan mereka yang kental dengan kekayaan Indonesia ini, dapat bermanfaat bagi individunya dan bahkan masyarakat Indonesia secara umum. Tiga finalis yang keluar sebagai pemenang utama akan mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp. 20 Juta, Rp, 15 Juta dan Rp. 10 Juta dan piagam penghargaan. Sekilas Djarum Bakti Pendidikan Di usianya yang telah menginjak seperempat abad, PT. Djarum turut berperan aktif dalam usaha pengembangan pendidikan di Tanah Air lewat program Corporate Social Responsibilty (CSR) yang salah satu dari 3 bakti adalah Djarum Bakti Pendidikan. Program ini merupakan pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang mempunyai keterbatasan ekonomi. Sejatinya, Djarum menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah proses sosial dan investasi SDM jangka panjang. Masalahnya, kesulitan finansial acap kali menghambat generasi penerus bangsa untuk menorehkan prestasi sekaligus mengembangkan potensi diri yang dimiliki. “Maka kami berharap peran serta yang diberikan berupa program beasiswa dan pengembangan kepribadian yang berkesinambungan, dapat menjadi kontribusi yang berguna dalam hal turut serta mencerdaskan anak bangsa,” ungkap Public Affairs Director PT. Djarum, Suwarno M. Serad. Sekilas sejarah Djarum Bakti pendidikan, dimulai kiprahnya dari kota Semarang. Pada waktu itu, Djarum memberi bantuan pendidikan kepada mahasiswa Universitas Diponegoro yang memenuhi kualitas intelektual dan pencapaian akademik sebagai prasyarat utama di tahun 1984. Hingga tahun ini, tercatat sudah sebanyak 5.886 mahasiswa yang menjadi Beswan Djarum (istilah singkatan untuk penerima Beasiswa Djarum). Para Beswan Djarum ini tersebar di 71 PTN dan PTS di lebih dari 20 provinsi. Sejalan dengan semakin bertambahnya peminat Beasiswa Djarum, program ini mengalami evolusi dalam hal perluasan wilayah geografis penerima beasiswa. Hal ini ditandai dengan penambahan jumlah universitas baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia. Evolusi juga dilakukan dalam model pemberian beasiswa. Inilah yang membedakan beasiswa Djarum Bakti Pendidikan dengan program beasiswa lain. Djarum Bakti Pendidikan bukan hanya memberikan bantuan pendidikan berupa uang saku semata. Lebih dari itu, para Beswan Djarum berkesempatan mendapatkan pelatihan softskills dan pengembangan karakter. Sebuah bekal luar biasa yang tidak terhitung dengan materi, tetapi memberi pengayaan seumur hidup bagi para Beswan Djarum. Pelatihan ini meliputi tiga aspek yakni, outbound, leadership dan practical skills dan entrepreneurship. Djarum Bakti Pendidikan berkeinginan memperkuat sosialisasi program Beswan Djarum ini kepada masyarakat luas, melalui program komunikasi bertema “Come Join Us!”. Diharapkan semakin banyak mahasiswa berprestasi yang aware terhadap program ini sehingga kualitas penerima beasiswa Djarum benar-benar dapat menjadi mahasiswa berprestasi yang membanggakan.
****
Berikut ini adalah 12 Beswan Djarum dan Karya Tulis yang masuk ke Lomba Karya Tulis Beswan Djarum Tingkat Nasional (klik pada judul karya untuk lebih detil):
Ilham Febby Juanda (Univ. Pendidikan Indonesia), Potensi Rhizobakteria sebagai Agen Biofungisida untuk Pengendalian Jamur Fitopatogen fusarium sp. Maulana Karnawidjaja Wahyu (Univ. Padjajaran), Pemanfaatan Pati Singkong sebagai Bahan Baku Edible Film Baraputra Christian Octavianus (Univ. Maranatha), Glow: Sebuah Lembaga Alternatif Pembiayaan Kredit Usaha Mikro dan Usaha Kecil Retno Asti Hapsari (Univ. Diponegoro), Ekstrak Daun Salam (Syzgium polyanthum) sebagai Pengobatan Demam Tifoid Ahmad Eka Ramadhan (Univ. Diponegoro), Potensi Jahe (Zingiber officinale Rosc.) sebagai Obat Anti Kanker Faisal Assegaf (Univ. Jend Soedirman), Prospek Produksi Bioetanol Bonggol Pisang (Musa paradisiacal) Menggunakan Metode Hidrolis Asam dan Enzimatis Iska Desmawati (ITS), Konsep Ekowisata: Shorebird School dan Birdwatching dalam Upaya Pelestarian Flora dan Fauna di Pesisir Pantai Wonorejo Surabaya Anggi Valentinata G (Univ. Brawijaya), Rejuvenasi Partisipasi Politik Pemuda dalam Mewujudkan Efektivitas Sistem Multi Partai Politik di Indonesia Nimas Zahrotul Ayniyah (Univ. Airlangga), Shared Picture Book Reading sebagai Interaksi Extra Text Orang Tua dan Anak dalam Perkembangan Bahasa Usia Dini Tito Tegar (IPB), Pembuatan Kemasan Ramah Lingkungan dari Polylactic Acid Berbasis Ubi Kayu (Manihot esculenta) Juliyanti (Univ. Lampung), Optimalisasi Potensi Indonesia sebagai Raja Bahan Bakar Nabati (BBN) Dunia Lucky Ayu Wulandari (Univ.Jambi), Konversi Hutan Taman Nasional Bukit-12 Menjadi Media Pendekatan Gradual Terhadap Upaya Pengubahan Pola Hidup Suku Anak Dalam (Suku Kubu) Jambi