Mencicipi Ikan Goreng di IPAL

Selasa, 20 November 2012 | Oleh
Share :

"Ternyata ikan nila goreng hasil dari air limbah yang telah diolah rasanya tidak kalah dengan ikan biasa." Itulah yang diungkapan Best Leader Nababan, Beswan Djarum dari Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto, ketika mengunjungi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berlokasi di Kudus.

Menurut mahasiswa Tehnik Elektro ini, awalnya dia agak ragu mencicipi ikan goreng yang diambil dari kolam air limbah. Namun, karena rasa penasaran yang tinggi, akhirnya ia berani mencicipinya. "Limbah di sini diolah secara profesional. Mulai dari proses pelunakan sampai pemisahan antara limbah cair dan padat, semua dilakukan dengan tehnik yang baik," ungkap cowok yang hobi baca ini penuh kagum.

Berbeda dengan Best Leader, Sri Rahayu, Beswan Djarum dari Universitas Jendral Ahmad Yani justru merasa senang dengan kunjungan ke tempat pengolahan limbah ini karena bisa belajar tentang drainase pengolahan limbah. "Kebetulan saya ada mata kuliah drainase di kampus. Jadi, saya tadi belajar tentang cara pengolahan limbah dan penyaluran hasil limbah yang dalam bentuk padat dan cair," ungkap mahasiswi Jurusan Tehnik Sipil ini. {pic5:right} Fauzi dari Universitas Bengkulu juga banyak mengambil manfaat dari kunjungan ke IPAL. Menurut Mahasiswa Jurusan Tehnik Informatika ini, jika dikelola secara tepat, ada banyak manfaat yang bisa didapat dari limbah, salah satunya menjadi pupuk. "Saya kagum melihat pengolahan limbah di IPAL. Di sini, saya belajar bagaimana limbah cengkeh bisa diolah menjadi pupuk," jelasnya.

Share :