Mengenal Kebudayaan Tanah Pasundan di Saung Angklung Udjo

Senin, 16 Desember 2013 | Oleh
Share :

Ke 92 Beswan Djarum yang tiba di Bandung untuk Character Building Batch 2 ini tak hanya akan mengikuti kegiatan soft skill di Cikole, Lembang saja namun juga kembali diajak untuk menjadi penikmat dan pelaku budaya di Saung Angklung Udjo. Melihat lebih dekat pesona Angklung sebagai warisan budaya dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO pada 18 November 2010.

Saung Angklung Udjo didirikan oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati pada tahun 1966. Saung ini dibangun untuk memelihara, melestarikan kesenian dan kebudayaan tradisional asli Jawa Barat. Berbagai pertunjukan seni pun dihelat di tempat yang sangat nyaman ini. Acara dimulai dengan presentasi mengenai Saung Angklung Udjo dan  dilanjutkan dengan proses langsung pembuatan angklung. Beberapa Beswan Djarum pun diminta untuk maju mencoba membunyikan bambu yang akan dibuat angklung tersebut. Sebagai wadah pelestarian kesenian tradisional Sunda, Saung Angklung Udjo telah menggelar 1364 pertunjukan dalam setahun atau sekitar 113 pertunjukan per bulannya. Suatu kebanggan bagi Beswan Djarum untuk dapat singgah dan belajar tentang kekayaan Indonesia di tempat ini.

Di Saung Angklung Udjo inilah, Beswan Djarum dihibur oleh pertunjukan kesenian khas Jawa Barat seperti wayang golek, tari topeng, hingga pertunjukan dengan alat musik tradisional Arumba yang bertangga nada diatonis. Seluruh peserta pun diajak untuk memainkan Hymne Beswan Djarum dipandu oleh Teteh Dewi dari Saung Angklung Udjo. Acara diakhiri dengan pemberian hadiah kepada Beswan Djarum yang dinilai paling atraktif dan dilanjutkan dengan menari bersama para anak didik Saung Angklung Udjo. Pengalaman berharga sebagai proses pembentukan karakter kewargaan dan cinta Tanah Air dalam diri Beswan Djarum.

Share :