Menikmati Kesenian Sunda

Jumat, 7 Desember 2012 | Oleh
Share :

Kamis, 6 Desember 2012, pukul 19.00 WIB, Saung Angklung Udjo yang sudah berdiri dari tahun 1966 ini menampilkan berbagai kesenian khas tanah Pasundan.

Pertunjukkan malam itu dibuka dengan Wayang Golek yang dibawakan oleh dalang Kang Mamay. Meski tidak semua Beswan Djarum mengerti bahasa yang digunakan sang dalang, bahasa Sunda, tapi mereka terlihat menikmati sajian yang diberikan. Beswan Djarum tertawa terbahak melihat perilaku wayang-wayang yang digerakkan sang dalang. Selesai pertunjukkan Wayang Golek, sajian budaya selanjutnya adalah Upacara Heleran atau Arak-Arakan. Upacara ini biasa dilakukan untuk menyambut tahun baru atau ketika ada tamu agung yang datang. Sebagian besar yang tampil pada pertunjukkan ini adalah anak-anak kecil. Mereka bergerak bebas dan gemulai mengikuti irama musik. Beswan Djarum pun terpukau melihat aksi anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku Sekolah Dasar ini. Sebagai penutup, adalah aksi Arumba. Arumba merupakan kependekan dari alunan rumpun bambu. Lagu pertama yang mereka bawakan malam itu adalah musik pengiring film Mission Impossible. Suasana semakin meriah ketika Arumba membawakan berbagai lagu daerah dari Nusantara. Pada sesi ini, Beswan Djarum ikut bernyanyi bahkan menari. Tidak heran, karena beberapa lagu yang dibawakan merupakan lagu-lagu yang Beswan Djarum nyanyikan di Malam Dharma Puruhita yang lalu, seperti "Yamko Rambe Yamko". Suasana Saung Angklung Udjo malam itu pun sangat semarak.
Share :