Perjalanan jauh yang ditempuh Heri Primadona dari Nangroe Aceh Darusalam tidak sia-sia. Jarak ribuan kilometer itu justru menjadi motivasi positif untuk mempersembahkan yang terbaik dalam Final Writing Competition regional Jakarta. Heri terpilih menjadi finalis terbak dan berhasil membawa pulang hadiah sebesar Rp 7,5 juta. Secara resmi, ia juga akan menjadi wakil regional Jakarta untuk berlaga di Final Nasional Writing Competition 18-19 Oktober mendatang.
"Dari awal saya sudah optimis dengan ide karya tulis ini. Meskipun peserta lainnya juga bagus-bagus, tapi saya tetap positive thingking bisa menjadi yang terbaik," ungkapnya penuh percaya diri.
Diperlukan waktu lebih dari dua bulan bagi Heri untuk menyelesaikan karya tulis "Kantong Penyaring Air Siap Minum sebagai Solusi Kelangkaan Air Bersih Pasca Tanggap Darurat". Membagi waktu menjadi tantangan terbesar yang dihadapinya. Di saat bersamaan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Aceh, ini juga sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). "Tidak mudah sebenarnya membuat karya ini. Selain mengumpulkan bahan-bahan, saya juga harus bisa mengatur waktu untuk menjalani PKL sebagai bagian dari tugas kampus."
Dukungan orangtua juga menjadi salah satu penyemangat Heri untuk menuangkan gagasan ini dengan maksimal. "Doa dan motivasi dari orangtua itu menjadi hal yang paling penting ketika saya berangkat ke Jakarta. Mereka berpesan untuk selalu menjadi yang terbaik dalam semua hal yang saya kerjakan," papar Heri bangga.
Untuk babak Final Nasional Writing Competition, Heri mengaku akan mempersiapkan yang terbaik dengan sering melatih kemampuan presentasi dan memperbaiki materi yang sudah ada. "Ini menjadi tanggung jawab besar untuk tampil di babak Final Nasional Writing Competition di Jakarta. Sisa waktu yang ada akan saya manfaatkan sebaik-baiknya agar bisa mempersembahkan yang terbaik untuk orangtua dan untuk teman-teman Beswan Djarum Jakarta," tutup Heri.